HALOJEMBER.COM- Ribuan Santri mengikuti prosesi wisuda di Gor Pkpso, Jl. Nusantara Kaliwates Kidul, Kelurahan Kaliwates, kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
Dalam dunia Pendidikan di Indonesia, tak hanya soal pendidikan formal saja. Tapi harus diimbangi dengan pendidikan keagamaan.
Sebab, pendidikan keagamaan akan membangun generasi yang berakhlak baik, cerdas dan berguna bagi daerah, nusa dan bangsa.
Hal ini disampaikan oleh KH. Mulyadi Abdul Ghoni saat menemani proses wisuda santri TPQ Al-Hamidi se-kabupaten Jember, Lumajang,Banyuwangi dan bondowoso.
Dengan tajuk "Khotmil Qur'an dan Wisuda Santri. Acara tersebut diadakan setiap tahun di bulan sya'ban". Minggu, (18/02).
Mulyono Abdul Ghoni menyebutkan, Rata-rata santri yang mengikuti proses wisuda ini mencapai 1300 jiwa, dengan rata rata umur berkisar 7 tahun hingga 12 tahun. " Metode belajar yang digunakan bernama Dirosati," Ujarnya
Diketahui bahwa metode dirosati adalah sebuah metode cepat dalam membaca Al Qur'an dengan fasih.
Komponen yang diterapkan di TPQ Al-Hamidi diantaranya keterampilan membaca huruf Hijaiyah sesuai dengan makhorijul huruf, Sifatul huruf dan tajwid yang dikemas dengan metode dirosati. "Jadi kelas 2 SD para santri sudah bisa membaca Qur'an secara fasih," pungkasnya.
Editor : Halo Jember