HALOJEMBER.COM - Ayam ketawa, Manugaga atau yang biasa dikenal ayam jantan dari timur.
Ayam asli Indonesia ini diyakini berasal dari Kabupaten Sindrap Sulawesi Selatan yang masih dalam keturunan ayam hutan merah.
Bagi orang Bugis, ayam ini menjadi simbol keberanian bahkan status sosial sejak zaman kerajaan.
Julukan Ayam Jantan dari Timur untuk Sultan Hasanuddin yang dimaksud adalah ayam ketawa.
Sekilas secara fisik ayam ini terlihat seperti ayam jago biasanya.
Namun ketika berkokok baru ketahuan jika berbeda dari ayam jago. Sebab ayam ketawa miliki pita suara yang berbeda.
Ayam ketawa miliki suara yang khas, seperti manusia yang sedang tertawa. Hal itu yang menjadi keunikan ayam ketawa.
Suara berkokok yang unik itu rupanya menjadi daya tarik yang memikat pecinta ayam ketawa.
"Suaranya yang buat saya suka," ungkap RZ Hakim, pemilik ayam ketawa di rumahnya di Desa Ajung Kecamatan Kalisat.
Hakim selalu menunggu momen ayam ketawa miliknya berkokok.
Berdasarkan jenis kokoknya, ayam ketawa dibagi menjadi empat kelas.
Ayam ketawa gretek atau disko yang berkokok dengan durasi pendek, slow, dan dangdut.
Kemudian ayam kerajinan yaitu ayam ketawa yang rajin bersuara.
Sementara milik Hakim adalah ayam ketawa kelas panjang. Yaitu sekali berkokok relatif lebih lama. Bisa lebih dari dua menit.
Setiap pagi Hakim akan menjemur ayam ketawa miliknya dan melatihnya. Biasanya dimulai pukul sembilan pagi.
Sedangkan ayam ketawa betina tak perlu dilatih, meski terkadang juga bisa berkokok. "Uniknya lagi, betinanya ayam ketawa bisa kluruk," ujarnya.
Setiap shubuh dan sore hari ayam ketawa milik Hakim akan aktif berkokok.
Editor : Halo Jember