HALOJEMBER - Jember dikenal luas oleh masyarakat luar tidak sekedar sebagai kota tembakau ataupun JFCnya. Melainkan nama Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid.
Wali Qutub yang makamnya berada di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember ini setiap haul selalu ramai.
Banyak orang luar kota berbondong-bondong menuju Tanggul Jember.
Bahkan, jalan nasional dari yang menghubungkan Jember-Lumajang pun ditutup saat Haul Habib Sholeh ini.
Penutupannya jalannya mulai Rambipuji sampai Tanggul.
Karena banyaknya orang datang, geliat ekonomi pun tumbuh. Warga setempat banyak yang berjualan berbagai kebutuhan.
Bahkan, penginapan secara mendadak ramai. Tidak sedikit rumah warga disewakan para jamaah haul.
Lantas berapa harganya?
Jimmy warga Tanggul mengatakan, haul Habib Sholeh ini sangat ramai.
"Lebih ramai dari Tejemtra," tuturnya.
Tajemtra sendiri adalah gerak jalan tradisional dari Tanggul ke Jember. Acara rutin tahunan itu diikuti ribuan orang.
Bahkan, saat Tajemtra dilangsungkan jalan Tanggul sampai Alun-Alun Jember ditutup. Sama saat haul Habib Sholeh dilangsungkan.
"Kalau pernah tahu haul Habib Ali di Solo. Ramainya sebelas dua belas lha dengan haul Habib Sholeh Tanggul," tutur Jimmy.
Karena, banyaknya orang datang ke haul Habib Sholeh. Maka permintaan utk tempat istirahat hingga penginapan pun meningkat.
Baca Juga: Imut Mana, Karimun Kotak dengan VW Kombi?
Tidak sedikit rumah warga dialih fungsikan untuk tempat penginapan.
Menurut Jimmy, harganya pun bervariasi. Ada yang gratis, Rp 50 ribu, atapun hingga Rp 1 juta.
Penginapan harga Rp 1 juta itu untuk satu rumah yang juga difasilitasi tempat parkir mobil. Umumnya, dipakai untuk satu rombongan atau lebih.
Sementara untuk yang harga Rp 50 ribu itu hanya memakai alas tikar atau karpet. "Kalau Rp 100 ribu itu sudah ada kasurnya," ucapnya.
UMKM yang paling laku keras adalah jualan air mineral kemasan. Harganya juga cukup ramah. Yaitu Rp 5.000 per botol ukuran besar. (dwi)
Editor : Halo Jember