Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ini, Isi Tausiah di Haul Habib Sholeh Tanggul. Disampaikan Habib Hamid bin Abdullah Al-Kaff

Halo Jember • Senin, 22 April 2024 | 03:13 WIB
Jamaah Haul Habib Sholeh menyaksikan tausiah di sebuah layar (foto: YULIO/HALOJEMBER - RADAR JEMBER - JAWAPOS.COM)
Jamaah Haul Habib Sholeh menyaksikan tausiah di sebuah layar (foto: YULIO/HALOJEMBER - RADAR JEMBER - JAWAPOS.COM)

HALOJEMBER – Haul Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid ke-48 terus didatangi para jamaah atau peziarah.

Salah agenda haul tersebut terdapat sejumlah tokoh agama yang mengisi tausiah atau ceramah. Salah satunya adalah Habib Hamid bin Abdullah Al-Kaff.

Pria yang mendirikan Ponpes Al-Haromain Asy-Syarifain, Jakarta Timur itu juga memberikan pen gantar bahwa Habib Sholeh adalah sosok teladan.

Pada tausiah yang digelar pada siang hari pada Minggu, 21 April itu terlihat banyak jemaah yang berdatangan. Mereka pun khidmat mendengarkan ceramah di haul tersebut.

Mereka, juga menyiapkan segala sesuatu agar lebih nyaman mengikuti serangkaian acara Haul Habib Sholeh.

Termasuk tikar, payung, hingga makanan dan minuman. Jamaah yang datang tidak hanya sendirian, ada yang rombongan besar dari berbagai daerah, termasuk dari Ibu Kota Jakarta.

Keluarga besar, mulai dari orang tua, anak, hingga menantu juga tampak kompak duduk mendengarkan tausiah yang dibawakan Habib Hamid bin Abdullah Al-Kaff.

Diketahui Hamid bin Abdullah Al-Kaff juga kerap mengisi tausiah di Haul Habib Sholeh Tanggul itu. “Siapa yang tidak tahu dengan kezuhudan Habib Sholeh dalam berdakwah? Saya kira karena kezuhudannya tersebut dirinya (Habib Sholeh, Red) menjadi sosok yang teladan bagi semua,” ujarnya.

Setelah panjang lebar menjelaskan kewalian dan kezuhudan Habib Sholeh, Habib Hamid bin Abdullah Al-Kaff itu melontarkan isi tausiahnya yang dapat dipelajari peziarah untuk bekal kehidupan beragama. Dirinya menyampaikan obat yang bisa digunakan agar rasa malas beribadah dapat dihilangkan.

“Yakni ada empat perkara. Pertama adalah kebodohan, kedua adalah fanatik, ketiga harus melihat ciptaan Allah untuk bersyukur, dan keempat tidak memakan barang syubhat,” tuturnya.

 Dia menjelaskan, kebodohan yang dimaksud adalah tidak belajar dalam menjalankan ibadah. Artinya, hanya menjalankan ibadah mengikuti kultur dan budaya setempat. Tidak mengetahui sendiri arti dalam beribadah. Dia mencontohkan orang yang hanya salat, namun hakikatnya salat kurang memahami.

Sehingga, salat hanya dijadikan rutinitas, tidak sampai menyentuh hati. Oleh karena itu, agar tingkatkan ilmu dan pemahaman dalam beribadah.

Sementara itu, fanatik, tambah dia, adalah hal-hal yang terlalu disukai selain beribadah. Contoh yang paling disorot oleh Habib Hamid adalah pemakaian handphone atau gadget berlebihan tidak tahu waktu. Hadirnya handphone sebagai penunjang berkomunikasi saat ini justru jadi pengganggu orang beribadah.

Handphone sekarang tidak sama dengan handphone dulu. Semua akses mudah lewat handphone sekarang. Di handphone saja, orang bisa memesan barang haram secara cepat, sehingga HP juga menjadi jalan untuk menjadikan orang Islam merasa malas untuk beribadah,” paparnya.

Editor : Halo Jember
#Haul 14 Gus Dur #Habib Sholeh Al Hamid #jember #Habib Hamid Rizal Shahab #haul solo #Tajemtra #Habib Sholeh Tanggul