HALOJEMBER – Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid lebih dikenal luas sebagai Habib Sholeh Tanggul. Maklum saja, Habib Sholeh menghabiskan waktu dakwanya di Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Namun, sebelum ke Tanggul Jember rupanya Habib Sholeh singgah ke beberapa daerah di Indonesia.
Habib Sholeh adalah pria asal Hadramaut, Yaman. Dia dipercaya sebagai keturunan ke-39 Rasulullah. Lahir pada tahun 1985 di Yaman, Habib Sholeh adalah putra dari ulama bernama Muhsin bin Ahmad al-Hamid dan dijuluki warga al-Bakri al-Hamid. Sementara ibunya bernama Aisyah, berasal dari keluar al-'Abud Ba 'Umar.
Habib Sholeh, belajar tentang ilmu fikih dan tasawuf dari sang ayah. Selain itu, ia juga belajar Al Quran dari Syekh Said Ba Mudhij, ulama kenamaan Wadi 'Amd. Pada usia 26 tahun atau tahun 1921 Habib Sholeh memutuskan hijrah ke Indonesia.
Datang ke Indonesia juga ditemani oleh Syekh Fadhli Sholeh Salim bin Ahmad al-Asykari. Sebelum ke Indonesia, Habib Sholeh sempat singgah di Gujarat, India. Lalu menginjakkan kaki di Indonesia pertama kali adalah di Jakarta.
Datang ke Ibu Kota Indonesia, maka tidak salah banyak warga Jakarta itu mengenal Jember lewat Habib Sholehnya. Bahkan, setiap haul Habib Sholeh pun selalu ada warga Jakarta yang datang.
Tingal di Jakarta beberapa waktu, sepupuh Habib Sholeh,yaitu Habib Muhsin bin Abdullah al-Hamid, meminta Habib Sholeh untuk berkunjung ke rumahnya di Lumajang.
Di kota pisang Lumajang itulah, Habib Sholeh mulai mengenal dan belajar kultur budaya masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Lebur dan hidup dengan masyarakat Lumajang, Habib Sholeh pun makin fasih dalam berbahasa daerah.
Selama 12 tahun, Habib Sholeh berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Akhirnya memutuskan untuk tinggal di Kecamatan Tanggul, Jember. Belum diketahui secara pasti alasan kepindahannya ke Jember. Akan tetapi, keluarganya meyakini bahwa Habib Sholeh pindah ke sana atas petunjuk Allah SWT.
Habib Sholeh melaksanakan khalwat atau menyepi untuk beribadah selama lebih dari 3 tahun. Habib Sholeh berhenti khalwat atas perintah Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf, yang memintanya datang ke Gresik.
Dari Kota Pudak yaitu Gresik itulah, Habib Sholeh diberi mandat untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Sepulangnya dari berhaji, Habib Sholeh mulai berdakwah dan mendirikan mushala di kediamannya di Tanggul.
Habib Sholeh Tanggul juga memiliki sumur keramat di Lumajang yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit. Selain itu, ada pula riwayat yang menyatakan bahwa Habib Sholeh pernah bertemu dengan Nabi Khidir dalam wujud seorang pengemis. Sejak itu, kediaman Habib Sholeh tidak pernah sepi dikunjungi oleh orang yang ingin bersilaturahmi.
Editor : Halo Jember