Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Setelah Haul Habib Sholeh Tanggul, Sebentar Lagi Haul Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih di Sleman - Jogja

Halo Jember • Kamis, 25 April 2024 | 23:24 WIB
Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih
Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih

HALOJEMBER – Setelah Idul Fitri, terdapat haul habaib yang cukup besar yaitu haul Habib Sholeh bin Muhsin al- Hamid atau dikenal dengan Habib Sholeh Tanggul.

Haul itu pun menutup jalan utama Jember – Lumajang. Yaitu mulai dari Kecamatan Rambipuji hingga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Banyak jamaah atau peziarah Habib Sholeh itu pun tumpah ruah di jalan.

Setelah Haul Habib Sholeh Tanggul, ada haul Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih di Kabupaten Sleman, Provinsi Jawa Tengah. Sleman sendiri adalah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka, tidak salah orang mengatakan lokasi Haul Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih itu berada di Jogya.

Lokasi tepatnya haul tersebut berada di Kelurahan Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.  Dari jadwal Haul Habaib se Pulau Jawa, pada bulan Syawal terdapat dua haul. Pertama adalah Haul Habib Sholeh dan Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih.

Haul Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih akan digelar pada akhir bulan Syawal. Berarti untuk kalender masehi 2024, setidaknya dilaksanakan pada 10 – 11 April 2024. Bagi jamaah atau peziarah Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih pun harus menyiapkan diri.  Berbagai keperluan untuk haul pun disiapkan dengan matang.

Pada haul Habib Ahmad tahun 2023 lalu sejumlah pejabat juga datang. Haul tahun 2023 diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Habib Umar Al-Athos (Semarang). Sedangkan tausiyah pertama disampaikan oleh Habib Abu Bakar bin Abdul Qadir Mauladdawilah (Malang).

Dalam ceramahnya Habib Abu Bakar mengajak jamaah untuk meneladani kisah hidup Habib Ali dan Habib Ahmad yang dimakamkan di Makam Bulan Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman.

Lantas Siapa Itu, Habib Ahmad Bin Ali Bafaqih?

Habib Ahmad Bafaqih adalah putra dari Habib Ali Bafaqih. Dia dikenal sebagai sosok yang tegas. Namun, terlahir dengan keadaan cacat. Dengan keterbatasan fisiknya ini Ahmad Bafaqih sering kali mengalami cacian dan hinaan dari orang-orang sekitarnya.

Hebatnya semua cacian dan hinaan itu dia terima dengan sabar, Ahmad Bafaqih tak pernah membalas cacian itu. Meski dengan keterbatasan fisik maupun kekurangan harta, dia selalu sabar.

Pada masa mudanya, Habib Ahmad Bafaqih pernah berjualan korek api walaupun hasilnya tidak menguntungkan.  Kondisi kekurangan fisik maupun cobaan lainnya seperti kekurangan harta membuat Ahmad Bafaqih selalu berserah diri kepada Allah SWT. 

Konon dengan kesabaran, dan kesucian hati, dia dianugerahi ilmu ladunni. Menurut cerita Ilmu tersebut didapatnya saat sedang berdiam diri di salah satu masjid di Yogyakarta. Banyak pejabat hingga artis turut mengambil keberkahan beliau.

Salah satunya adalah Wakil Presiden RI ke tiga H Adam Malik yang kemudian membuatkan kubah makam untuk Habib Ahmad dan ayahandanya.Baca Juga: Berikut Fakta Cabor Sepak Bola Olimpiade Paris 2024

Banyak cerita yang menyebut karomah beliau. Salah satu kisah yang beredar adalah mengetahui berita terbaru padahal tak membaca koran, mendengarkan radio, ataupun menonton televisi.

Beliau juga dikatakan terlihat berhaji di Mekkah padahal beliau saat itu tak pergi kemana-mana. Selain itu banyak orang yang sakit menjadi sembuh dengan izin Allah melalui karamah Habib Ahmad Tempel.

Salah satu cerita yang beredar adalah saat Adam Malik diberitakan sakit. Oleh tim medis kepresidenan dan tim medis dari luar negeri menyatakan bahwa beliau mengidap suatu penyakit yang sulit disembuhkan.  Kemudian keluarga Adam Malik mengundang Habib Ahmad Bafaqih ke Jakarta bersama Habib Muhammad menantu beliau. Usai Adam Malik dirajah oleh Habib Ahmad Bafaqih, penyakit Adam Malik sembuh total. 

Kini dakwah Habib Ahmad Bafaqih Tempel diteruskan di antaranya oleh putra beliau, Habib Umar bin Ahmad Bafaqih (Sokaraja), Habib Ali bin Ahmad Bafaqih (Jogjakarta), kemudian oleh habib Muhammad Hamid Bafaqih (menantu dan juru kunci makam), Habib Husein bin Abdullah Assegaf (Sedayu, Jogja) dan Habib Zein Magelang.

Sedangkan di Kalsel, murid beliau yang terkenal adalah Guru Haji Asmuni (Guru Danau). Diantara ijazah wirid dari Habib Ahmad Tempel adalah, “Jika kita ada hajat khusus hendaklah membaca Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala aali sayyidina muhammad,” sebanyak 124 kali bisa dicicil maksimal dalam jangka 40 hari.

Habib Ahmad Tempel sebenarnya wafat pada bulan Sya’ban. Sedangkan haul Ahad terakhir bulan Syawal adalah haul ayahandanya, yakni Habib Ali bin Ahmad Bafaqih.

Karena haul Ahad terakhir bulan Syawwal sudah berlangsung sejak jaman Habib Ahmad Tempel hidup, maka waktu haul ini tetap dipertahankan.  Acara puncak haul beliau sendiri terdiri dari 2 sesi, malam Ahad ziarah kubra dan tahlil sedangkan Ahad Shubuh Maulid Nabi SAW.

Editor : Halo Jember
#Jogya #kalimantan selatan #pemkab sleman #Habib Ali #Habib Ahmad Abu Bakar Al Muhdor #Warga Sleman #DPRD Sleman #sleman