HALO JEMBER - Peringatan hari wafat atau haul dalam istilah Bahasa Arab merupakan hari sakral. Terlebih bila memperingati haul seorang kiai atau yang dianggap waliyullah.
Terdapat beberapa haul yang menyedot perhatian jamaah. Ribuan hingga jutaan orang pun datang. Lokasi haul mendadak menjadi pusat ekonomi baru. Jalan ditutup, rumah disulap jadi penginapan, halaman jadi tempat parkir, warga juga mendadak berjualan berbagai macam. Mulai makanan, busana, hingga karpet.
Berikut daftar haul terbesar, menurut versi HaloJember/JawaPos
Haul Habib Ali Solo
Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi atau disebut Habib Ali Solo menyedot perhatian massa. Polresta Surakata setiap tahun menyiapkan pasukan pengamanan haul Habib Ali ini.
Panitia penyelenggara telah melakukan persiapan khusus. Mulai dari rekayasa lalulintas hingga sajian untuk para jamaah yang datang.
Diperkirakan ribuan jamaah akan hadir. Terlebih tahun ini pintu kedatangan bagi para jamaah dibuka selebar-lebarnya setelah dua tahun dibatasi pandemi Covid-19. Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (kakek dari Habib Anis Al-Habsyi) di Solo menjadi daya tarik hingga ke seluruh penjuru dunia.
Sosok muallif (pengarang) kitab maulid Simthuddurar ini membuat jamaah dari berbagai negara seperti Yaman, Singapura, hingga Afrika rela berjubel di kawasan Masjid Ar-Riyadh, Jalan Kapten Mulyadi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Baca Juga: Masjid Agung Yogya Tempat Bermunajat Habib Ahmad Tempel
Haul Habib Sholeh Tanggul
Lokasinya berada di Kecamatan Tanggul, Jember. Kecamatan yang jaraknya sekitar 30 kilometer atau satu jam dari pusat Kota Jember ini berubah drastis saat Haul Habib Sholeh dilangsungkan. Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid adalah kelahiran Yaman.
Dia hijrah ke Indonesia tahun 1921. Daerah pertama yang didatangi adalah Ibu Kota Jakarta. Namun, tak lama Habih Sholeh ke Lumajang menemui sepupuhnya.
Di kota pisang sebutan Lumajang itulah, Habib Sholeh mengawali berdakwa sembari belajar bahasa dan kultur budaya masyarakat setempat. Selama 12 tahun di Lumajang dan blusukan ke desa-desa.
Habib Sholeh pun akhirnya memutuskan menetap di Tanggul, Jember. Hingga wafat dan disemayamkan di Tanggul. Setiap Haulnya ribuan jamaah pun datang ke Tanggul.
Jalan nasional Lumajang – Jember pun ditutup saat Haul Habib Sholeh Tanggul. Haul Habib Sholeh Tanggul itu digelar pada minggu ke dua bulan Syawal.
Warga setempat sebelum haul tiba, biasanya menyiapkan semuanya. Tempat penginapan mulai harga jutaan rupiah, ratusan ribu, hingga gratis tersedia.
Baca Juga: Begini Cara Membersihkan dan Merawat Mobil Tua
Haul Guru Sekumpul
Acara tahunan yang diselenggarakan untuk memperingati hari wafat Kiai Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang kerap disapa Abah Guru Sekumpul. Haul ini diadakan setiap tanggal 5 Rajab dan dipusatkan di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Haul ini diperkirakan menjadi acara haul terbesar di Indonesia bahkan Asia dan 4 juta jemaah diperkirakan hadir setiap tahunnya. Jumlah jemaah hadir tersebut terus bertambah setiap tahun dari berbagai provinsi di Indonesia bahkan ada juga jemmah yang datang dari berbagai negara di wilayah Asia Tenggara dan Timur Tengah serta Afrika Utara. Haul ini telah dipersiapkan sejak 6 bulan sebelum puncak acara, karena jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun.
Haul Habib Abu Bakar Assegaf
Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dilaksanakan setiap tanggal 17 Dzulhijjah. Bertempat di Masjid Jami’ (Alun-alun Gresik) jalan KH. Wachid Hasyim No. 6 Gresik. Ribuan orang datang dari berbagai kota untuk mengikuti acara puncak haul Al Mukarrom Habib Abu Bakar. Gresik dipenuhi lautan manusia hingga pelataran Alun-alun Gresik. Para jemaah rela bersesak dada hingga di Jl Akim Kayat tempat parkir kendaraan.
Habib Abu Bakar terkenal sebagai sosok wali qutub yang luar biasa. Karomah beliau sepanjang hidupnya menjadi tapak tilas di berbagai penjuru indonesia.
Haul Habib Ahmad Pekalongan
Haul Habib Ahmad selalu diperingati tiap tanggal 14 Sya'ban di kompleks Makam Sapuro, Kelurahan Sapuro Kebulen, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Bukan hanya dihadiri sejumlah ulama dalam negeri, acara ini dihadiri pula sejumlah habaib dari luar negeri. Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Athas dilahirkan di kota Hajren, Hadramaut, Yaman pada tahun 1255 H. Pada masa kecilnya, beliau mendapat didikan langsung dari orang tuanya beliau adalah Al-Habib Abdullah bin Thalib al-Aththas dan asy-Syarifah Zaenah Binti Ahmad AlKaf dalam bidang agama.
Setelah dirasakan cukup menimba ilmu dari ayahnya, beliau kemudian meneruskan menuntut ilmu kepada para ulama besar yang ada di Hadramaut. Kemudian Habib Ahmad berkeinginan untuk melanjutkan perjalanan dakwah beliau ke Indonesia dan menuju ke Kota Pekalongan dan menetap hingga akhir hayat. Habib Bagir sendiri merupakan generasi keempat penerus Habib Ahmad.
Editor : Halo Jember