HALOJEMBER.COM - Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. Termasuk di antaranya kebaya. Busana untuk kaum perempuan tersebut kini diusulkan untuk menjadi salah satu warisan budaya tak benda UNESCO.
Dalam perkembangannya, pakaian itu tidak hanya dipakai untuk acara tertentu. Melainkan juga mulai menjadi pakaian yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari (daily outfit).
Untuk terus mengenalkan dan mempertahankan kekayaan budaya dari Indonesia itu, ada pemilihan Putri Kebaya di Jember yang diikuti ratusan anak muda di Jember dan sekitarnya.
Budaya tak benda yang identik dengan pahlawan RA Kartini ini memang terus mengalami perkembangan, baik motif maupun modelnya.
Owner Syam Modelling School Jember, Hermawan, mengatakan, pemilihan Putri Kebaya Jember digelar agar generasi muda lebih paham dan mencintai budaya yang ada di Indonesia, khususnya kebaya.
Menurutnya, kebaya saat ini tidak hanya terkesan kuno. Melainkan busana yang memiliki nilai estetis dan modern, karena dapat dipadukan dengan model pakaian modern.
Sehingga dapat digunakan sebagai busana dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menghapus kesan kuno pada kebaya dianggap masih cukup sulit. Meskipun tak jarang orang yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Diketahui, kebaya memiliki bermacam jenis, misalnya kebaya Sunda, kebaya Jawa, hingga kebaya Kartini. Kemudian, terbaru muncul jenis kebaya Jagat yang dipopulerkan dalam film Gadis Kretek.
Putri Kebaya Jember terpilih bertugas untuk menyampaikan kepada masyarakat umum bahwa kebaya merupakan kekayaan budaya yang tidak boleh ditinggalkan.
Busana satu ini memang cukup istimewa. Bahkan biasanya setiap 24 Juli ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional. Sebagaimana tercantum dalam Keppres Nomor 19 Tahun 2023. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember