Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

CEK Bibir Sumbing Sejak Dini. Ini Kata Dokter Spesialis Obgyn Jeffy Winarta

Halo Jember • Sabtu, 18 Mei 2024 | 00:09 WIB
Dokter Spesialis Obgyn Jeffy Winarta melihat monitor yang menampilkan kondisi kehamilan lewat pencitraan USG. (DWI SISWANTO/HALO JEMBER JAWA POS)
Dokter Spesialis Obgyn Jeffy Winarta melihat monitor yang menampilkan kondisi kehamilan lewat pencitraan USG. (DWI SISWANTO/HALO JEMBER JAWA POS)

HALO JEMBER – Pemeriksaan kehamilan dengan bantuan Ultrasonografi (USG) dapat menghasilkan menghasilkan gambar atau citra dari kondisi organ pasien termasuk kandungan. Bahkan, lewat USG bisa melakukan pengecekan bibir sumbing sejak dalam kandungan.

Dalam bahasa medis, bibir sumbing disebut labioskizis, atau cleft lip. Yaitu kondisi bibir bagian atas tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga tampak seperti muncul celah pada bibir. Kondisi itu tidak hanya memperburuk penampilan anak setelah lahir. Tapi juga ada berdampak pada mental anak yang nantinya kurang percaya diri dalam bergaul.

Bibir sumbing juga sempat menjadi hal yang diperhatikan hingga terdapat operasi gratis bibir sumbing. Menurut Dokter Spesialis Kandungan atau Obgyn, dr. Jeffy Winarta Wahjudi, M.Biomed, SpOG, pemeriksaan ibu hamil dengan USG tidak sekedar mengetahui jenis kelamin.

Namun, kata dia, hal terpenting adalah melihat lebih jelas kondisi anak dalam kandungan itu. Termasuk, bisa mengetahui anggota tubuh dalam keadaan normal atau tidak. “Pemeriksaan USG itu pertama, melihat jumlah anggota tubuh itu normal atau tidak. Punya dua tangan, dua mata, dua telinga, dua kaki dan lainnya,” paparnya.

Selain itu, kata dia, juga lebih mendetail lagi organ dalam. Seperti jantung, ginjal, hingga paru-paru. Sebagai dokter kandungan, juga mengecek bagian wajah bayi dalam kandungan.

“Apakah bagian bibir itu ada celah atau idak. Bila tidak ada celah bagian bibir, maka normal. Namun, bila ada celah, maka bibirnya sumbing,” jelasnya.

Dia menjelaskan, bila ditemukan bibir sumbing dalam pemeriksaan USG. Maka, setelah melahirkan bisa melakukan tindakan operasi. Lantas, apakah bisa mengatasi bibir sumbing sejak dalam kandungan?

Menurut Jeffy Winarta, untuk di Indonesia masih belum bisa. “Setahu saya yang bisa mengatasi bibir sumbing sejak dalam kandungan itu hanya di Jepang. Tidak tahu cara dan metodenya seperti apa,” tuturnya.

Menurutnya, bayi yang lahir dengan bibir sumbing tidak hanya persoalan penampilan saja yang dipersoalkan. Lebih dari itu, bayi dengan kondisi bibir sumbing akan mengalami kesulitan menelan dan berbicara normal seperti bayi pada umumnya. 

Dia menjelaskan, terjadinya bibir sumbing karena jaringan yang membentuk bibir tidak menyatu atau menutup dengan sempurna sebelum kelahiran. Normalnya, proses pembentukan bibir bayi mulai terjadi pada usia kehamilan 4–7 minggu. Jika terjadi gangguan pada proses penyatuan jaringan pembentuk bibir pada tahap ini, maka akan terjadi bibir sumbing. 

Oleh karena itu, kecukupan asam folat harus diperhatikan baik sebelum dan selama kehamilan. Sebab, asam folat berperan dalam pembelahan sel dan pertumbuhan jaringan, sehingga penting untuk perkembangan normal tubuh.

FAKTOR RISIKO BIBIR SUMBING

Melansir www.siloamhospitals.com faktor lain yang dapat meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi dengan bibir sumbing adalah sebagai berikut:

Editor : Halo Jember
#usg #bibir sumbing #dokter obgyn #Dokter Spesialis Obgyn Jeffy Winarta