HALOJEMBER.COM - Pantomim menjadi seni yang terus digalakkan bagi pelajar SMP negeri dan swasta. Bahkan, seni yang memeragakan gerak tubuh dan ekspresi tersebut menjadi menarik perhatian dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2024 di SMPN 3 Jember, Rabu (22/5) kemarin.
Kabid SMP Kantor Dinas Pendidikan Jember Tulus Wijayanto menyebut, FLS2N 2024 ini diikuti 157 perwakilan dari SMP negeri dan swasta se-Jember.
Ini merupakan kegiatan ajang talenta yang resmi dari Kemendikbud melalui UPT-nya, yaitu Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan Balai Pengembang Talenta Indonesia (BPTI).
“Ini dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat bawah, yaitu dalam bentuk seleksi di sekolah. Kemudian, tingkat kecamatan, kabupaten, dan nanti yang lolos akan mewakili Jember ke tingkat provinsi,” jelasnya.
Dia menambahkan, Jember merupakan gudangnya seni. “Harapannya nanti Jember bisa berbicara banyak di tingkat provinsi.
Kita berusaha dengan bantuan semua, mulai dari MKKS, dari MGMP, seni budaya se-Kabupaten Jember,” ulasnya.
Tim juri, menurutnya, juga dipilih yang profesional dengan bidang keahliannya. Ada juri dari Universitas Jember, penggiat seni di Kabupaten Jember.
“Artinya, kita tidak mengambil juri lomba ini dari guru-guru. Juri itu benar-benar juri yang mempunyai curriculum vitae dan layak menjadi juri. Sehingga yang menang dalam lomba FLS2N ini benar-benar sebagai pemenang atau yang terbaik,” kata Tulus.
Penting diketahui, pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020, 2021, dan 2022, lomba ini sempat terganggu, tapi tetap jalan. Yaitu dilakukan lomba secara daring.
“Sebelumnya, peserta dari sekolah hanya mengirimkan videonya,” katanya. Beberapa yang dilombakan yaitu ada pantomim, tari, menyanyi, dan banyak jenis lain.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah siswa secara berkelompok menampilkan seni pantomim.
Dengan khas pantomim, wajah mereka dicat warna putih. Dalam FLS2N tingkat Jember tersebut mulai ada SMP yang juga menyiapkan siswanya menjadi peserta pantomim.
Seni pantomim merupakan salah satu tahapan pembelajaran siswa untuk belajar berperan, bercerita pada hal-hal sosial.
Seperti kegiatan sehari-hari dan hasil pengamatan kegiatan orang lain. Belajar pantomim ini juga belajar penempatan karakter.
Penempatan karakter salah satunya juga dibentuk oleh imajinasi. “Jadi, pantomim itu mengasah imajinasi memerankan peran karakternya,” katanya. (jum/c2/nur)
Editor : Halo Jember