HALOJEMBER.COM - Kesembuhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tentu perlu dukungan penuh dari pihak keluarga dan kerabat dekat. Pulihnya juga bergantung pada lingkungan.
Pada dasarnya ODGJ justru harus mendapatkan perhatian dan perlakuan yang khusus. Sebab, dengan begitu akan membuat dirinya bebas dari kejenuhan dan pikiran kosong.
Salah satunya dengan memberi ruang kebebasan untuk beradaptasi di lingkungan, namun tetap dalam pantauan.
Kepala UPT Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Jember Roni Efendi mengatakan, klien di Liposos Jember yang sudah bisa diajak beradaptasi, pada waktu tertentu juga diberi aktivitas positif dan kebebasan untuk menghirup udara serta kegiatan sosial di luar.
“Klien yang diberi kebebasan untuk beraktivitas di luar Liposos biasanya ada yang ngopi, ikut bantu di bengkel, ada juga yang bersih-bersih taman tetangga,” jelasnya.
Menurutnya, mereka juga perlu dilibatkan pada giat-giat kemasyarakatan, seperti merawat, bersih-bersih lingkungan, dan berolahraga.
“Tergantung kita, kalau kita beranggapan negatif dan enggan untuk mengarahkan pada kebaikan, mungkin dia bisa ngamuk,” ucapnya.
Roni menyebut, selama klien dilepas, sampai saat ini tidak ada laporan dari warga ODGJ yang membuat kerusuhan. Justru mereka senang bisa membantu.
“Alhamdulillah, tidak ada keluhan dari warga sekitar Liposos. Justru banyak yang merasa senang turut membantu memulihkan klien,” imbuhnya.
Selain itu, klien di Liposos Jember juga sering diajak liburan ke tempat wisata. Salah satunya kolam renang dan taman.
“Untuk liburan ke kolam renang biasanya kami berkoordinasi dulu dengan pihak pengelola, untuk mengetahui jadwal pengurasan air kolam. Jadi, bisa ke lokasi sehari sebelum dikuras,” paparnya.
Klien yang sudah bisa dikembalikan kepada pihak keluarga biasanya diberi arahan kepada keluarga terlebih dahulu.
Tujuannya untuk bisa menangani dengan baik dan tidak terlalu membatasi beradaptasi. Demi meminimalisasi potensi kambuh kembali. (dhi/c2/fid)
Editor : Halo Jember