HALOJEMBER.COM – Praktikum Komunitas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Jember, mengadakan pelatihan bahasa isyarat bertajuk “Berbisik” (belajar Bahasa isyarat asik).
Bahasa isyarat merupakan media komunikasi bagi penyandang disabilitas tuli dan tuna wicara. Dengan mempelajari dan memahami bahasa isyarat tidak hanya membuka pintu komunikasi yang lebih luas, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan penghargaan terhadap keberagaman.
Kegiatan pelatihan bahasa isyarat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa isyarat, serta memperkuat inklusivitas bagi penyandang disabilitas pendengaran
Mahasiswa FISIP Unej juga menggandeng Promahdesa dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pelatihan Bahasa isyarat itu digelar di K- Suli Jln Manggis No 95, Krajan, Jemberlor, Kec Patrang, Kabupaten Jember.
Kedai K-Suli merupakan tempat tongkrongan teman-teman tuli, dimana mereka bisa menghabiskan waktu untuk belajar Bahasa isyarat bersama.
Pelatihan yang berlangsung pada tanggal 2 Juni 2024 tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum.
Acara dibuka oleh Dosen pembimbing, Atik Rahmawari S,sos M,Kesos, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan berbahasa isyarat sebagai salah satu keterampilan sosial yang mendukung inklusi sosial.
"Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan kepedulian kita semua terhadap saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan pendengaran. Bahasa isyarat adalah jembatan komunikasi yang dapat mempersatukan kita," ujar Atik Rahmawati S,sos M,Kesos.
Ainur Fadia selaku ketua Praktikum Komunitas menyampaikan tujuan diadakan kepelatihan ini serta pentingnya belajar bahasa isyarat untuk memperluas pintu komunikasi dengan teman- teman tuli.
“Pelatihan ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Kami berharap, dengan adanya pelatihan ini, kita semua dapat lebih inklusif dalam berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih baik dengan teman-teman tuli,” ujar Ainur Fadia
Para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktek dasar-dasar bahasa isyarat yang dibawakan oleh instruktur berpengalaman dari JBI UNIPAR (Siti nur Aini Fathur Inayah) Jember.
Materi yang diberikan mencakup alfabet isyarat, kosakata dasar, serta ungkapan sehari-hari yang sering digunakan. Selain itu, sesi praktek interaktif memungkinkan peserta untuk berlatih langsung dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat.
Salah satu peserta, Dida Kayla, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial angkatan 2022, menyampaikan kesan positifnya terhadap pelatihan ini.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami tentang pentingnya bahasa isyarat. Saya merasa lebih peka dan termotivasi untuk belajar lebih lanjut," katanya.
Penutupan acara ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta oleh panitia penyelenggara. Panitia juga menyampaikan harapannya agar pelatihan semacam ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi program rutin yang dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Jember, khususnya komunitas akademik Universitas Jember, dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Pelatihan "Berbisik" menjadi langkah awal yang signifikan dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dan inklusif di tengah masyarakat.
Editor : Halo Jember