Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Idul Adha Saudi Arabia dan Indonesia Berbeda, Berikut Tanggapan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Didik Supriyanto • Rabu, 12 Juni 2024 | 21:39 WIB
Ilustrasi: Pelaksanaan Ibadah Haji
Ilustrasi: Pelaksanaan Ibadah Haji

HALOJEMBER.COM - Perbedaan penetapan hari raya idul adha tahun 1445 hijriyah antara Indonesia dan Saudi Arabia membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya. Terlebih, metode yang digunakan Saudi Arabia merupakan metode hisab yang mirip dengan Muhammadiyah.

Seperti diketahui, di Indonesia telah ditetapkan bahwa tanggal 1 dzulhijjah 1445 H jatuh pada hari sabtu 8 juni 2024. Sehingga idul adha bertepatan pada tanggal 17 juni 2024.

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah, mengakui terjadinya pergantian hari jika bulan sudah berada di atas horizon saat matahari tenggelam. tanggal 29 dzulqa'dah bertepatan pada tanggal 6 juni 2024.

Namun pada saat matahari tenggelam, bulan masih belum berada diatas horizon, bulan Dzulqa'dah pun disempurnakan menjadi 30 hari, yang berarti tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada hari sabtu, bertepatan dengan tanggal 8 juni 2024.

Demikian pula dengan metode imkanur rukyat yang digunakan oleh pemerintah Indonesia, menetapkan tanggal 29 Dzulqa'dah jatuh pada hari jum'at, 7 juni 2024. Awal bulan Dzulhijjah jatuh pada hari sabtu, bertepatan dengan tanggal 8 juni 2024.

Metode imkanur rukyat adalah metode rukyat (melihat bulan) yang memiliki syarat batasan ketinggian bulan minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Jika bulan berada dibawah ketinggian 3 derajat, meskipun sudah diatas horizon, maka belum diakui sebagai bulan baru yang menunjukkan pergantian hari.

Ketinggian bulan di Indonesia, pada tanggal 7 juni 2024 mencapai 8 derajat, sehingga sudah sangat memenuhi kriteria dalam metode imkanur rukyat yang digunakan oleh pemerintah Indonesia.

Sementara di Saudi Arabia, pada hari kamis, 6 juni 2024 merupakan tanggal 29 Dzulqa'dah 1445 H. Saat matahari terbenam, ketinggian bulan sudah mencapai 1 derajat 58 detik.

Sehingga pada hari jum'at yang bertepatan dengan tanggal 7 juni 2024 telah masuk bulan Dzulhijjah 1445 H. Pemerintah Saudi Arabia pun mengumumkan bahwa idul adha akan bertepatan pada tanggal 16 juni 2024 atau sehari lebih cepat dibanding Indonesia.

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Agus Purwanto mengatakan bahwa perbedaan penetapan hari raya Idul Adha antara Indonesia dan Saudi Arabia bukanlah hal yang baru.

Bahkan, ini bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah sering terjadi. "Seharusnya warga Muhammadiyah dan umat Islam di Indonesia tidak lagi merasa kaget dengan fenomena ini," kata Agus.

Adanya perbedaan ini semakin menegaskan pentingnya umat islam memiliki Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang memiliki prinsip satu hari untuk seluruh dunia. Sehingga perbedaan puasa dan wukuf di Arafah tidak terjadi lagi.

Dengan adanya Kalender Hijriyah Global Tunggal, umat Islam di seluruh dunia dapat merayakan hari-hari besar Islam secara serempak. "Ini bukan hanya menyelaraskan waktu puasa dan wukuf, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara umat Islam di berbagai belahan dunia," pungkasnya. ()

Editor : Halo Jember
#indonesia #idul adha #rukyat #Dzulhijjah #muhammadiyah #hisab #saudi arabia