Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kisah Inspiratif Atika Laoshi Mantan TKW jadi Guru Bahasa Mandarin di Jember

Alvioniza • Sabtu, 15 Juni 2024 | 04:59 WIB
Photo
Photo

HALOJEMBER.COM – Sufa’ati  merupakan guru bahasa Mandarin SMK 1 Pancasila Ambulu Jember. Wanita asal Ambulu itu tidak memiliki garis keturunan Tionghoa.

Dari namanya saja orang sudah bisa menebak bahwa perempuan itu mungkin berdarah Jawa atau Madura.

Namun siapa sangka ternyata Sufa’ati fasih dan lancar dalam berbahasa Mandarin. Bahkan dia juga mengajar bahasa Mandarin di sebuah sekolah kejuruan di Jember.

Rupanya kemampuan Sufa’ati fasih dalam bahasa Mandarin karena pengalamannya yang pernah bekerja di luar negeri. Sebelum menjadi guru dia pernah menjadi tenaga Kerja wanita (TKW) di Taiwan.

Saat itu usianya baru 21 tahun bonek alias bondo nekat Sufa’ati berangkat ke Taiwan pada tahun 1999 mengadu nasib mencari peruntungan.

Beruntung nasib baik berpihak padanya. Sufa’ati mendapatkan majikan yang baik dan perhatian. Dia bekerja sebagai asisten dokter di klinik spesialis bedah tulang.

Awalnya dia hanya bisa berbicara bahasa mandarin kemudian majikannya menawarkan untuk belajar baca tulis bahasa Mandarin.

Perempuan yang akrab disapa Atika Laoshi pun segara mengambil kesempatan itu untuk meningkatkan kemampuannya. “Akhirnya saya belajar setiap hari, disana ada les terapan,” ujarnya

Setelah sepuluh tahun di Taiwan Atika Laoshi berencana untuk kembali ke tanah air untuk mengembangkan usaha salonnya. Namun majikannya memiliki ide lain untuknya.

Atika Laoshi ditawarkan disarankan untuk menjadi guru bahasa Mandarin di sekolahnya dulu. Dengan bantuan majikannya dia menulis surat lamaran dan mengurus berkas-berkas lainnya yang menjadi persyaratan.

“Kebetulan majikannya orang baik apapun dia mau ajarin saya,” ujarnya.

Selama di taiwan dia juga suka mengumpulkan buku-buku untuk dibawa pulang. “ini bagus buat anak-anak di Indonesia,”

Pada tahun 2011 Atika Laoshi pulang ke Indonesia, setahun kemudian dia mendapatkan tawaran untuk menjadi guru bahasa Mandarin di SMK 1 Pancasila Ambulu Jember.

Menurutnya kefasihan dalam bahasa Mandarin membawa banyak manfaat dalam dunia kerja yang saat ini dominasi oleh investor China.

Selain itu rata-rata pekerjaan yang memerlukan bahasa Mandarin menawarkan gaji yang lebih tinggi. Siswa juga berpeluang mendapatkan beasiswa gratis di Tiongkok.

Editor : Halo Jember
#SMK 1 Pancasila #guru #jember #inspiratif