HALOJEMBER.COM - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriah, pada hari sabtu (8/6).
Dari hal tersebut, salat Idul Adha jatuh pada Senin (17/6) mendatang. Namun, berbeda dengan warga yang ada di Desa Suger, Kecamatan Jelbuk.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Jember Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan, sesuai hasil putusan sidang isbat Kemenag RI yang dilaksanakan pada Jumat (7/6) lalu, di Kantor Kemenag Jakarta Pusat, hari raya idul adha ditetapkan pada hari Selasa mendatang.
Keputusan itu berdasarkan hasil pantauan hilal di 114 lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian, dilanjutkan dengan sidang isbat yang tertutup untuk umum.
“Sehingga ditetapkannya 1 Zulhijah 1445 Hijriah pada Sabtu, (8/6),” ucapnya
Lebih lanjut, Bahtiar menyebut keputusan pemerintah ini juga sama dengan organisasi masyarakat (ormas).
Meski memiliki metode perhitungan bulan yang berbeda, namun perayaan hari besar islam Idul Adha kali ini sama.
“Tahun ini Idul Adha Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan pemerintah bersamaan,” tegasnya.
Bahtiar juga menyebut, penetapan 1 Zulhijah 1445, di Indonesia lebih lambat sehari dibandingkan dengan keputusan Arab Saudi.
Hal tersebut membuat lebaran Idul Adha di Makkah, ditetapkan hari ini (16/6). “Kalau di arab lebaran idul adha besok (hari ini, red). Di Jember masih hari Senin,” tegasnya.
Hal yang sama juga akan dilakukan oleh warga Desa Suger, Kecamatan Jelbul. Mereka juga akan merayakan hari raya Idul Adha hari ini (16/6).
Pengasuh Pesantren Mahfilud Duror, Kyai Ali Wafa mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha akan dilaksanakan pada Minggu.
Satu hari lebih cepat dibandingkan dengan keputusan pemerintah. “Kami melaksanakan salat id besok pagi (hari ini, red), pukul 6.30,” tandasnya. (dhi/ham)
Editor : Halo Jember