HALOJEMBER.COM – Politeknik Negeri Jember (Polije) menggelar Seminar Nasional dan Bimbingan Teknis Pertanian (Semanis Tani) 2024 di Hotel Fortuna Grande, Kamis (20/6).
Semanis Tani 2024 merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh jurusan produksi pertanian Polije. Dengan mengusung tema “Peningkatan Ketahanan Pangan Melalui Adaptasi Perubahan Iklim untuk Pertanian Berkelanjutan” menghadirkan pemateri yang kompeten pada bidangnya.
Semanis Tani 2024 diisi oleh beberapa pemateri mereka adalah Prof. Dr. Hiroshi Ehara. (ICREA Nagoya University Japan), Dr. Drs. Jekvy Hendra, M.Si. (Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan RI), Tri Nugraha Chairudin (Field Agronomist Dept. Field Solution PT Bayer Indonesia), serta Dr. Ir. Nantil Bambang E. S., M.Si. (Politeknik Negeri Jember).
BACA JUGA : Masuk 10 Besar Peminat Terbanyak SNBT 2024, Ini 5 Prodi Terfavorit Polije
Kegiatan tahunan ini dibuka langsung oleh Direktur Polije Saiful Anwar , menurutnya kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi, atensi dan komitmen para peneliti juga praktisi dalam membangun pertanian Indonesia.
“Tema pada tahun ini sangat relevan dengan kondisi global yang memiliki pengaruh terhadap pertanian seperti el nino dan la nina yang berdampak bagi perubahan iklim di Indonesia,” jelas Direktur Polije.
BACA JUGA : Polije Masuk 10 Besar Pendaftar Terbanyak UTBK SNBT 2024
Melalui Semanis Tani Saiful Anwar berharap bahwa berbagai pihak dapat menyiapkan strategi untuk mengantisipasi perubahan iklim. Sehingga dapat menopang ketahanan pangan di Indonesia.
Ketua Jurusan Produksi Pertanian Dwi Rahmawati menyampaikan bahwa tema Semanis Tani 2024 diambil berdasarkan evaluasi dan penelitian dari dosen yang menghasilkan suatu kesimpulan bahwa pertanian berkelanjutan perlu diperhatikan.
“Kita berusaha mengembangkan penelitian untuk mengembangkan teknologi pangan sehingga nantinya pangan kita dapat berkembang dan memberikan kontribusi akan pangan,” ujarnya.
Diharapkan dengan Semanis Tani dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan pertanian di Indonesia.
“Saya juga berharap di Semanis Tani 2024 ini yang dimana pertanian Indonesia mendapat tantangan yakni dengan perubahan iklim dapat diselesaikan oleh para akademisi di berbagai bidang terkait,” jelas Dwi Rahmawati.
Editor : Halo Jember