Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gawat, Ditemukan Banyak Trayek dan Buku Kir Mati Saat Operasi Gabungan Kendaraan di Jember

Alvioniza • Jumat, 21 Juni 2024 | 01:00 WIB
MELEBIHI UKURAN: Terlihat sebuah truk dengan muatan bambu hingga membuka bak saat dilakukan penertiban saat Operasi Sadar Ketertiban Lalu Lintas di Terminal Pakusari, Rabu (19/6). JUMAI/ RADAR JEMBER
MELEBIHI UKURAN: Terlihat sebuah truk dengan muatan bambu hingga membuka bak saat dilakukan penertiban saat Operasi Sadar Ketertiban Lalu Lintas di Terminal Pakusari, Rabu (19/6). JUMAI/ RADAR JEMBER

HALOJEMBER.COM – Banyaknya kendaraan angkutan barang yang tidak layak jalan atau tidak pernah dilakukan uji kir melintas di jalan raya, kemarin, berhasil ditertibkan.

Dalam operasi gabungan itu, banyak ditemukan kendaraan yang tidak pernah diuji kelayakan. Padahal, hal itu bisa membahayakan pengguna jalan lain atau sopir itu sendiri.

Tim gabungan yang menggelar operasi, kemarin, berasal dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Polantas Polres Jember, Dispenda, Jasa Raharja, dan Polisi Militer (PM).

Operasi sadar ketertiban lalu lintas itu digelar di Terminal Pakusari, pagi kemarin. Sasarannya adalah angkutan barang serta mobil angkutan umum dan kendaraan pribadi yang banyak digunakan untuk mengangkut penumpang.

Dalam operasi gabungan itu banyak temuan pelanggaran. Seperti ukuran bak dilebarkan. Selain itu, ditemukan buku kir sudah mati, trayek mati, bahkan ada temuan STNK sudah mati bertahun-tahun.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif, Rustono Penjual Tempe di Jepang

Seperti mobil yang dikendarai keluarga pondok yang hendak pergi ke Banyuwangi. Terjaring operasi karena STNK-nya sudah mati sejak tahun 2016.

Tetapi, tahun pada pelat nomornya diganti. Sang sopir mengaku memang tak mengecek STNK-nya saat berangkat ke Banyuwangi.

Lukito Adi Nugroho, seksi pengendalian operasional UPT Dishub Jatim di Jember, mengatakan, penertiban ini dalam rangka penegakan disiplin tertib berlalu lintas.

UKUR LEBAR BAK: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi saat melakukan pengukuran bak truk menggunakan meteran saat operasi di Terminal Pakusari, Rabu (19/6). JUMAI/ RADAR JEMBER
UKUR LEBAR BAK: Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi saat melakukan pengukuran bak truk menggunakan meteran saat operasi di Terminal Pakusari, Rabu (19/6). JUMAI/ RADAR JEMBER

Setahun sekali Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim mengadakan operasi keselamatan dan ketertiban lalu lintas serta angkutan jalan.

Target utamanya memang untuk kendaraan barang dan angkutan penumpang umum. Dengan tujuan meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan di jalan raya.

BACA JUGA: Pesona Motor Tua CB Lebih Keren dan Garang, Jadi Idaman Anak Muda

“Kewenangan dari Dinas Perhubungan itu hanya ada di terminal dan di pengujian. Sehingga, kalau memang ada pelanggaran berada di luar itu, harus bekerja sama dengan kepolisian. Untuk penertibannya kami tetap bekerja sama dengan pihak kepolisian dan polisi militer (PM),” kata Lukito.

Dalam setahun itu hanya dilakukan empat kali. Tetapi, wilayah UPT itu ada tiga, meliputi Jember, Bondowoso dan Lumajang.

“Sehingga jadwalnya dibagi menjadi tiga kabupaten itu. Untuk temuan di lapangan memang bermacam-macam, karena dari masing-masing kendaraan itu berbeda,” tambahnya.

Temuan lainnya adalah secara dimensi kendaraan tidak sesuai dengan buku kir. Seperti penambahan lebar atau panjang bak belakang.

Ketinggian bak juga ditambah. “Kalau memang tidak sesuai dengan buku kir, ya, kita lakukan penindakan dengan penilangan,” imbuh Lukito. (jum/c2/fid)

Editor : Halo Jember
#operasi gabungan #jember #kir