“Jadi kalau dibagi empat, seolah perwisata itu mendapatkan Rp 2 miliar, dan itu sangat kecil,”
Bambang Rudi
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember
HALOJEMBER.COM - Empat destinasi wisata di bawah naungan kabupaten Jember dianggap minim anggaran. Sebab tahun ini hanya dialokasikan Rp 8 miliar.
Sehingga tidak bisa maksimal dalam memberikan sarana prasarana yang memadai.
Padahal pariwisata di Jember bisa menjadi mesin pendulang pendapatan. Apalagi Kabupaten Jember memiliki aspek wisata yang bisa dijadikan tempat nyaman bagi wisatawan yang ingin mengunjungi.
Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Jember, Bambang Rudi mengatakan, fasilitas empat wisata di Jember harus dimaksimalkan.
Namun anggaaran yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan wisata itu tergolong minim.
“Jadi kalau dibagi, empat wisata itu seolah mendapatkan Rp 2 miliar per destinasi. Itu sangat kecil,” ujarnya Selasa (25/6) kemarin.
Dia menguraikan, pembagian anggaran sebesar Rp 2 miliar saja sudah tidak cukup, apalagi mengadakan event hingga ratusan juta rupiah.
“Hanya anggaran segitu mana cukup untuk mendompleng fasilitas. Dibuat membayar juru wisatanya sebanyak Rp 200 juta saja tidak cukup,” ucapnya.
Dia menyebutkan, keempat wisata milik pemerintah itu yakni Wisata Rembangan, Wisata Pantai Watu Ulo, Hotel Kebon Agung dan Pemandian Patemmon dirasa memiliki pengunjung yang makin meningkat.
Sehingga membutuhkan dukungan fasilitas. “Di sektor wisata luar ruangannya seperti Watu Ulo dan Rembangan itu kan harus ada pengadaan toiletnya,” paparnya.
Dia menyebutkan, sarana prasaran harus membutuhkan anggaran besar. Intinya lebih dari Rp 8 miliar. Sebab, sektor wisata di Jember ini cukup banyak untuk menjadi magnet para wisatawan datang.
“Jember ini tak kalah jauh dari tempat lain, namun ya harus didukung oleh anggaran yang cukup. Sehingga dapat dipergunakan secara maksimal potensinya,” pungkasnya. (mg1/fid).
Baca Juga: Jadwal Lengkap, Pertandingan Timnas Indonesia Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Grup C.
Editor : Halo Jember