HALOJEMBER.COM - Sedimen pada Waduk Lembung-Sari terus meningkat. Dampaknya, pendangkalan berpengaruh terhadap kapasitas waduk.
Awal pekan kemarin, Waduk Lembung-Sari, Kecamatan Ajung, mulai dilakukan normalisasi. Agar volume air dapat digunakan untuk mengairi daerah pertanian.
Selain manfaat waduk di bidang ekologi, waduk juga memiliki fungsi edukasi sebagai sarana pembelajaran, penelitian, juga pengembangan. Bahkan, bisa digunakan sebagai destinasi wisata.
Kepala UPT Pengamat Koordinator SDA Sumbersari Agus Sutaryono mengatakan, manfaat waduk yang paling utama adalah sebagai tempat penyimpanan persediaan air untuk pertanian. Bila waduk ditelantarkan, maka akan mengecilkan fungsinya.
“Waduk ini harus dimaksimalkan fungsinya pada pertanian. Toh, walaupun kemarau tiba, warga setempat tidak akan mengalami kesulitan untuk mengairi persawahannya,” ujarnya saat membersihkan Waduk Limbung-Sari, Selasa (2/7).
BACA JUGA: Rutin Dilakukan 95 Persen Anak di Jember Sudah Vaksin Polio
Agus menyebutkan, walaupun waduk seluas dua hektare itu memiliki air hulu yang kecil, akan tertampung. Asalkan, semua pihak bersedia merawat dan membersihkannya.
“Karena waduk ini juga menjadi layanan irigasi sekitar 129 hektare. Kalau ditumbuhi semak belukar dan kotoran, kan eman fungsinya,” paparnya.
Tak hanya itu, dirinya berharap agar waduk itu bisa menjadi wisata bagi masyarakat. Dengan demikian, fungsinya tidak terbatas pada kebutuhan pertanian saja.
Namun, juga akan bermanfaat pada kesejahteraan ekonomi warga setempat.
“Kalau memang mau dimaksimalkan pada aspek wisatanya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat mengembangkan potensinya itu,” pungkasnya. (abm/c2/fid)
Editor : Halo Jember