HALOJEMBER.COM - Pupuk merupakan salah satu kebutuhan penting bagi petani. Sayangnya, alokasi pupuk subsidi di Jember sempat dikurangi pada awal tahun lalu.
Namun, beberapa waktu lalu Kota Pandalungan kembali mendapatkan alokasi tambahan.
Hal tersebut dapat ditebus oleh petani yang masuk dalam data elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK). Tentunya dengan melewati tahapan dan sistem yang berlaku.
Salah satunya harus menggunakan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (iPubers).
Inovasi tersebut sudah mulai bisa digunakan oleh petani, dengan bantuan kios masing-masing.
Petani juga harus menebus ke kios secara langsung dengan membawa kartu identitasnya. Jika tidak, dapat diwakili oleh keluarganya dengan membawa surat pengantar.
BACA JUGA: Fasilitas Umum di Tempat Wisata Pemkab Jember Kurang Maksimal Tapi Anggaran Tidak Cukup
Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jatim Jumantoro mengatakan, tambahan alokasi pupuk subsidi di Jember terbilang cukup telat. Sebab, sudah akan memasuki masa tanam (MT) tiga.
Namun demikian, proses distribusinya mulai berjalan normal. Setelah pemkab melakukan pembenahan data petani dalam e-RDKK.
“Penambahannya cukup terlambat, karena tidak dilakukan sejak awal tahun,” katanya.
Pemilik kios ini juga menyebut, petani yang dapat menebus pupuk subsidi hanya mereka yang sudah masuk dalam e-RDKK dan iPubers.
Hal tersebut masih dianggap menjadi kendala tersendiri bagi petani yang belum terdata.
Petani yang terdata dapat menebus pupuk sesuai jatah yang sudah ditentukan sebelumnya. “Untuk yang baru memasukkan data tambahan harus sabar,” tegasnya.
Pria yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi Petani Jember itu berharap, alokasi pupuk subsidi dapat dicukupi sejak awal tahun. Supaya tidak ada petani yang mengeluh kekurangan pupuk.
Serta hasil pertaniannya berjalan maksimal. Selain itu, dia juga menyebut alur distribusinya harus menjadi lebih mudah. Menurutnya, masih banyak petani yang belum menebus jatah pupuknya karena tidak memiliki biaya.
“Banyak petani yang gagal panen akibat cuaca ekstrem. Serta terjadi penurunan produksi yang lumayan besar,” ujarnya.
Diketahui, awalnya Jember hanya mendapatkan alokasi pupuk subsidi jenis urea sejumlah 37 ribu ton lebih. Kemudian, bertambah 63 ribu ton lebih.
Sementara itu, pupuk subsidi jenis NPK alokasi awal hanya 24 ribu ton. Namun, mendapat alokasi tambahan sebanyak 51 ribu ton lebih. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember