Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ternyata Begini Aturan Lomba Makan Kerupuk yang Benar, Panitia 17 Agustus Harus Tahu

Halo Jember • Selasa, 9 Juli 2024 | 04:02 WIB
KOMPETITIF: Meski santai, para peserta juga tetap berlaku kompetitif.
KOMPETITIF: Meski santai, para peserta juga tetap berlaku kompetitif.

HALOJEMBER.COM - Lomba makan kerupuk memang sudah melegenda di Indonesia. Cara mainnya juga cukup sederhana.

Yaitu siapa saja peserta yang mampu menghabiskan kerupuknya paling awal, maka dialah pemenangnya.

Meski terdengar mudah, namun ternyata membutuhkan fokus dan ketangkasan diri.

BACA JUGA: Jenis Anak Sukerta yang Perlu Diruwat. Apakah Kamu Termasuk di Dalamnya?

Seorang pemuda di Desa Padasan Kecamatan Pujer, Taufik Hidayat menjelaskan, setiap momen 17 Agustus, desanya kerap kali mengadakan lomba untuk memperingati HUT RI. "Salah satunya makan kerupuk," ungkapnya.

Taufik yang sebagai panitia lomba membeberkan tata cara lomba makan kerupuk. Di antaranya yaitu, pantia hanya memerlukan dua bahan sederhana untuk menyelenggarakan lomba ini, pertama menyediakan tali.

"Kemudian menyediakan kerupuk, untuk ukurannya kami sesuaikan dengan umur peserta," ungkapnya.

BACA JUGA: Larangan Keluar Rumah hingga Tradisi Kerbau Bule. Berikut Mitos, Larangan, dan Ritual Malam 1 Suro

Aturan umum lomba makan kerupuk cukup sederhana. Pertama, peserta tidak boleh menggunakan bantuan tangan saat lomba berlangsung. Seiring berjalannya waktu, peraturan mulai dikembangkan oleh panitia selucu mungkin.

Biasanya, aturan lomba dibuat semenarik mungkin agar tidak terkesan membosankan.

Seperti, peserta harus memutar badan dulu beberapa kali, lalu berlari menyambar kerupuknya.

BACA JUGA: Baru! Cara Cek Khodam Lewat Aplikasi Viral Tanpa Perlu Link, Begini Caranya

Bahkan, yang paling lucu terkadang mata para peserta ditutup kain mereka harus mencari dulu kerupuk yang disediakan.

"Terkadang kami kemas agar menarik. Seperti tangan peserta juga di ikat, terus kerupuknya di goyangkan dulu agar tidak mudah tertangkap," katanya sambil tertawa.

Namun berbeda bagi kalangan anak-anak, mereka sudah disediakan kerupuk yang menggantung lalu dengan hitungan ketiga, mereka berebutan makan paling cepat.

"Kalau anak paling kerupuknya cukup di goyangkan, lalu perlombaannya dimulai," katanya.

Lomba makan kerupuk tidak hanya eksis di tingkat desa. Namun di perkotaan lomba tersebut sudah merata. Bahkan, setiap instansi pemerintah selalu menyelipkan lomba makan kerupuk pada momen HUT RI. (hlb/sil/nur)

 

 

Editor : Halo Jember
#agustus #lomba makan kerupuk