Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Wafatnya Guru Ijai, Abah Guru Sekumpul dari Martapura. Menahan Rasa Sakit Selama 1 Tahun

Halo Jember • Sabtu, 13 Juli 2024 | 03:25 WIB
foto Abah Guru Sekumpul
foto Abah Guru Sekumpul

HALO JEMBER – Setiap 5 Rajab menjadi peringatan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar. Bahkan, Haul Guru Sekumpul tersebut menjadi haul terbesar se Asia Tenggara.

Abah Guru Sekumpul nama lengkapnya adalah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani merupakan seorang ulama besar asal Kalimantan yang dikenal hingga penjuru negeri. Beliau lahir di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar pada 11 Februari 1942 atau 27 Muharram 1361 H.

Abah Guru Sekumpul adalah keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah al-Banjari. Yakni, KH. Muhammad Zaini Ghani bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Samman bin Saad bin Abdullah Mufti bin Muhammad Khalid bin Khalifah Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kalampayan).

Guru Ijai, panggilan lain Abah Guru Sekumpul, dilahirkan dari pasangan keluarga sederhana. Ayahnya bernama Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman, dan ibunya bernama Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin.

Meski berlatar dari keluarga yang kekurangan, namun orangtuanya berhasil mendidik putranya hingga menjadi ulama terkenal. Kesuksesan Abah Guru Sekumpul juga tidak terlepas dari bimbingan para gurunya yang konon mencapai 200 orang.

Abah Guru Sekumpul benar-benar ulama yang khumul. Di suatu pengajian yang dihadiri oleh puluhan ribu orang, sebagian orang mengusulkan agar pengajian disiarkan secara langsung melalui radio dan televisi agar bisa disaksikan oleh masyarakat di Kalimantan Selatan. Namun, keinginannya tidak dikabulkan.

Abah Guru Sekumpul wafat di Martapura pada 10 Agustus 2005 (usia 63 tahun) setelah mengalami sakit pada ginjalnya. Ulama kharismatik ini dimakamkan di kompleks keluarga di dekat Musala Ar-Raudhah, Kalimantan Selatan.

Dengan kematian Guru Ijai (panggilan akrab almarhum), Kalsel seakan berduka karena kehilangan ulama kharismatik yang bukan saja terkenal di propinsinya, tetapi luar daerah, bahkan sejumlah pejabat negara dari ibukota nyaris tak pernah lupa dan selalu menyempatkan diri bersilaturahmi.

Pada saat wafatnya Abah Guru Sekumpul, membuat sopir taksi super sibuk. Bagaimana tidak, mereka mengatarkan orang melayat di Abah Guru Sekumpul.

Sebelum meninggal dunia, Abah Guru Sekumpul dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura. Dirawat di rumah sakit di negeri seberang itu sejak 29 Juli lalu. Namun karena kondisinya yang agak mengakhawatirkan akhirnya kembali dibawa pulang dan tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin pada Selasa (9/8) sekitar pukul 20.20.

Kemudian, Rabu 5 Agustus pada subuh hari sekitar pukul 05.00. Abah Guru Sekumpul menghembuskan nafas terakhirnya.

Baca Juga: Habib Abu Bakar Assegaf Gresik, Guru dari Habib Sholeh Tanggul

Kesehatan Guru Ijai, satu tahun sebelum meninggal memang kesehatannya menurun. Sehingga tak aktif lagi memimpin pengajian di Sakumpul yang biasanya almarhum adakan tiap hari Sabtu untuk perempuan dan Minggu bagi laki-laki.

Dalam pengajian tersebut, jemaahnya bukan saja warga Kalimantan Selatan saja. Tetapi juga datang dari propinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Bahkan, saat pemakaman Guru Sakumpul itu agak sedikit tertunda. Karena menunggu sekembalinya Gubernur Kalsel, H. Rudy Ariffin yang juga merupakan anak angkat almarhum. Diketahui Gubenur Kalsel waktu itu, tengah melantik Bupati Kotabaru periode 2005 - 2010 yang sudah terjadwal pada Rabu pagi.

        Sementara Banjarmasin - Kotabaru yang berjarak sekitar 300 kilometer pada waktu itu menempuh waktu paling cepat 16 jam pulang pergi. Namun rombongan orang nomor satu di jajaran Pemprov Kalsel tersebut menggunakan pesawat udara.

Diketahui Syekh K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghan adalah seorang ulama yang masih termasuk zuriat Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Ulama besar yang menjadi soko guru para ulama di Kalimantan. Guru Sekumpul ini seorang ulama yang menghimpun antara syari’at, thariqat dan haqiqat, juga seorang hafazh beserta tafsirnya, yaitu tafsir Al-quran al-‘azhim lil-Imamain al-Jalalain.

 Baca Juga: Persalinan Pervaginam dan Caesar Lebih Baik Mana? Begini Penjelasannya Menurut Dokter di Jember

 

Editor : Halo Jember
#Guru Ijai #guru sekumpul #Abah Guru Sekumpul #martapura #haul guru sekumpul