HALOJEMBER.COM - Tim PKM Karsa Cipta FKIP Universitas Jember sukses mengimplementasikan media augmented reality berbasis Alquran, Sabtu (13/7) lalu.
Tim ini dikenal dengan tim QSMART yang diketuai oleh Jalis Syarifah, bersama anggota tim Halimatus Sa’diyah, Moh. Kelvin Rikza Aziizi, dan Moch. Athar Humam Ghazanfar.
Ketua Tim QSMART Jalis menyebutkan bahwa sains dan Alquran menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Spiritual siswa menjadi hal penting yang perlu diperhatikan seiring berkembangnya zaman.
BACA JUGA: Rutin Dilakukan 95 Persen Anak di Jember Sudah Vaksin Polio
Oleh karena itu, dia bersama tim menciptakan media yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan mengaitkan sains dengan Alquran, yang dibalut media augmented reality.
“Media pembelajaran augmented reality berbasis Alquran ini memiliki beberapa keunggulan dengan menyatukan visual dan audio. Pada media ini akan muncul suatu objek 3D yang menjadi ciri khas dari augmented reality dan audio yang berisi ayat-ayat Alquran, yang dikaitkan dengan konsep sains, yakni fisika,” beber Jalis.
Tidak hanya itu, pada media itu terdapat fitur ganti bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Ditambah dengan puzzle yang menambah keseruan dalam belajar.
Pembuatan media augmented reality itu memakan waktu selama 2 bulan, sejak Mei sampai Juli 2024. Bukan perkara mudah membuat media semacam itu. Terdapat beberapa kali error yang dialami saat pembuatan media.
Pada proses pengimplementasian media, para siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran. Hal itu terlihat saat siswa menggunakan media yang telah dibuat.
Berdasarkan hasil wawancara bersama salah seorang siswa, Qanita Kamila Salsabila dan Hanun, media semacam ini menjadi hal baru bagi mereka. Mereka juga bisa tahu bagaimana sains ketika dikaitkan dengan Alquran.
BACA JUGA: Penambahan Pupuk Terlambat, Tidak Semua Petani Bisa Menebus Pupuk Subsidi
“Saya awalnya gak paham bahwa setiap yang ada dalam sains itu dapat dijelaskan dengan Alquran. Melalui media ini saya jadi paham. Kita bisa memahami ternyata terdapat kaitan antara fisika dengan Alquran. Karena kami di pesantren jarang-jarang melakukan pembelajaran seperti ini. Jadi, melalui media ini kami bisa belajar dengan seru tidak monoton seperti biasanya,” ungkap Qanita Kamila Salsabila, siswa kelas XI IPA 2.
Tidak hanya itu, terdapat harapan yang disampaikan oleh siswa. “Harapannya melalui media ini, bisa menginspirasi sekolah untuk membuat pembelajaran yang seru seperti sekarang ini. Sehingga tidak membuat bosan dan ngantuk. Media ini membuat saya sadar bahwa setiap kandungan dalam Alquran juga perlu kita pahami,” tambah Hanun.
Terpisah, Ulya, guru MA Al Amiriyyah, mengungkapkan, media ini dapat membantu guru fisika dalam melakukan pembelajaran. Pembelajaran bisa menjadi seru dan interaktif, sehingga siswa tidak merasa bosan.
“Dengan hadirnya media augmented reality berbasis Alquran, harapannya dapat meningkatkan spiritual dan wawasan fisika siswa dalam pembelajaran. Serta dapat memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami setiap kandungan yang ada dalam Alquran.” katanya. (dhi/c2/nur)
Editor : Halo Jember