HALOJEMBER.COM - Tak dapat dimungkiri, jika dihitung lowongan kerja yang ada di Jember bisa sebanyak 2.500 sampai 2.700 lowongan.
Namun, jumlah lowongan kerja tersebut ternyata belum sepenuhnya mampu membawa Jember keluar dari problem pengangguran.
Walaupun di setiap tahunnya Pemkab Jember juga selalu membuka job fair dengan ribuan lowongan pekerjaan.
Fenomena tersebut terjadi karena kebanyakan pelamar kerja di Jember belum memenuhi standar kompetensi lowongan kerja yang diberikan.
Oleh sebab itu, berapa pun jumlah lowongan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan, tetap tidak akan terpenuhi.
Hal itu tentu menjadi masalah yang cukup serius. Sebab, jika tidak segera terselesaikan tentu akan berdampak pada jumlah pengangguran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Jember Suprihandoko mengungkapkan, pihaknya telah melakukan terobosan baru untuk menyelesaikan problem kompetensi pencari kerja.
BACA JUGA: Warga Mulai Terdampak Polusi Dari Pertambangan di Kawasan Gunung Sadeng
Yakni mempertemukan pihak perusahaan dengan kesiapan kebutuhan sumber daya manusia (SDM).
“Dari situ Disnaker tahu apa kebutuhan perusahaan dan apa minat pencari kerja. Nantinya kami akan beri pelatihan sesuai dengan standar kompetensi lowongan kerja,” jelasnya saat ditemui di Kecamatan Ambulu, Minggu (14/7) lalu.
Sebelumnya, Disnaker Jember telah memanggil para pengusaha untuk dimintai data. Mulai dari berapa kebutuhan tenaga kerja, seperti apa spesifikasi kompetensinya, dan persyaratan lainnya.
BACA JUGA: Mengintip Keseruan MPLS dan MPKP SMA Al-Furqon, Ajang Asah Bakat Siswa
Nantinya Disnaker bisa mencarikan calon tenaga kerja yang berminat. Kemudian, memberi pelatihan sesuai dengan data persyaratan lowongan kerja yang telah diberikan oleh perusahaan.
Sehingga, pelamar kerja akan difasilitasi pelatihan kerja oleh Disnaker. Begitu sudah lulus, mereka bisa langsung kerja.
Lebih lanjut, Suprihandoko mengungkapkan, jika langkah tersebut maksimal, nantinya pada tahun 2025 pihaknya bakal mengorientasikan anggarannya ke terobosan baru tersebut.
Namun, jika dilihat dari perjalanannya, penguatan kompetensi calon tenaga kerja yang sudah dilakukan cukup efektif.
“Usai mengikuti pelatihan kerja, kebanyakan pelamar kerja bisa langsung bekerja,” imbuhnya.
Dengan demikian, langkah tersebut dinilai bisa memaksimalkan kompetensi SDM calon tenaga kerja dengan lowongan kerja yang ditawarkan di Jember. Tentunya yang berujung pada berkurangnya angka pengangguran. (qal/c2/dwi)
Editor : Halo Jember