HALOJEMBER.COM- Universitas Islam Negeri KH Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, kembali bertemu dengan belasan awak media, kemarin (26/7).
Pertemuan tersebut, membahas terkait perjanjian kerjasama antara perguruan tinggi dengan perusahaan media di Jember. Sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan.
Kurang lebih ada 17 media yang menjalin diundang dalam pertemuan tersebut. Mereka membahas teknis kerjasama yang akan dilakukan.
Salah satunya berita yang dimuat tidak hanya sebatas kegiatan atau seremonial saja.
Melainkan hal menarik lainnya, termasuk memberikan para pakar untuk berkomentar, serta sisi lain dari perguruan negeri itu.
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Khoirul Faizin mengatakan, ada banyak hal menarik yang belum terpublikasi selama ini.
Oleh sebab itu, dia berharap dengan kerjasama yang dilakukan, dapat membuat semua kegiatan serta hal menarik lainnya dapat diketahui oleh seluruh masyarakat.
Melalui pemberitaan yang diterbitkan oleh media yang ada. “Masih butuh masukan, sehingga program kerjasama ini berjalan dengan sempurna,” tegasnya.
Dia mengaku memiliki harapan besar kepada pelaku media, untuk menyebarluaskan informasi yang ada di UIN KHAS Jember.
Faizin menegaskan akan memberikan fasilitas kepada awak media, untuk mencari narasumber pakar serta informasi lain yang dibutuhkan untuk pemberitaan.
“Kami sebenarnya punya banyak pakar, namun selama ini belum banyak muncul ke permukaan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Jember Abdul Choliq Baya menyampaikan, kerjasama dengan media tidak boleh hanya berkutat pada kegiatan seremonial saja.
Banyak hal yang dapat diinformasikan, termasuk hasil penelitian, kegiatan mahasiswa serta prestasi mahasiswa.
“Para pakar perlu diberikan kesempatan untuk berkomentar atau tampil, menanggapi isu-isu terbaru,” tegasnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh M Bahri, salah seorang jurnalis di Jember. Menurutnya selama ini masih kesulitan untuk mengakses komentar para pakar. Sehingga tidak jarang, dia harus mencari secara mandiri dosen yang dimaksud. “Ke depan, bisa dikomunikasikan dengan dosen terkait. Agar ketika dihubungi wartawan di respon,” pungkasnya. (ham)
Editor : Halo Jember