HALOJEMBER.COM - Sebagai kabupaten yang memiliki pantai dengan ombak dari Samudra Hindia, tentu memiliki tingkat bahaya laut lebih tinggi dibandingkan Laut Utara Jawa.
Sehingga penanaman mangrove sangat diperlukan untuk menghambat datangnya bencana laut yang datang tiba-tiba.
Apalagi tumbuhan ini juga mampu menahan arus air laut yang mengikis daratan pantai.
Tumbuhan dengan nama lain bakau ini juga memiliki peranan sebagai tempat hidup biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan.
Selain binatang laut, hutan mangrove ruang lingkupnya cukup besar menjadi tempat berkembang biak binatang darat, seperti burung.
BACA JUGA: Petani Tembakau Jember Berharap Tak Ada Hujan saat Panen
Penyuluh Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Nurul Hidayah mengatakan, sekitar 172 bibit mangrove berjenis bakau (Rizopora, sp) ini ditanam agar melindungi kawasan bibir pantai Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, yang nantinya sebagai tameng dari bencana laut.
Sebab, tanaman ini cukup tangguh untuk menghalaunya. “Karena terjangan ombak cukup tinggi di pantai selatan, maka penanaman ini harus dilakukan, karena terkadang ada beberapa hutan mangrove yang sudah mulai mengering, sehingga harus ditanam ulang,” ujarnya.
Nurul menyebut, Akar bakau yang saling menyimpul memungkinkan pohon untuk kokoh menahan pasang surut air laut setiap harinya.
Selain itu, akarnya pun berfungsi memperlambat gerakan air pasang, sehingga membuat sedimen mengendap keluar dari air dan membentuk dasar lumpur.
”Ketahanan yang dihasilkan tanaman ini sangat berperan pada permukiman masyarakat karena saking kuatnya cengkeraman akarnya. Kami melakukan penanaman ratusan mangrove ini juga mengingat pada tahun 1994 Kabupaten Jember pernah diterjang tsunami,” ungkapnya
Informasi terpisah, penanaman mangrove di Pantai Getem, Puger, ini juga agar bibir pantai tidak dijadikan tempat penambangan.
Sebab, apabila pantai dijadikan tempat penambangan, maka hal itu akan mengikis pasirnya.
“Penanaman bakau ini juga agar tidak ada investor yang datang hanya untuk menambang,” pungkasnya. (abm/c2)
Editor : Halo Jember