HALO JEMBER - Haul Syekh Abu Bakar bin Salim seolah sudah menjadi agenda rutin setiap tahun di berbagai wilayah Nusantara, termasuk Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang diprakarsai oleh Majelis Rasulullah.
Kawasan Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mendadak ramai didatangi kaum muslimin dari penjuru Nusantara hingga mancanegara pada Minggu (28/07/2024) pagi.
Mereka yang kebanyakan mengenakan pakaian berwarna putih itu berduyun-duyun mendatangi Jalan Komplek Hankam Cidodol, RT.4/RW.11, Jakarta Selatan.
Tempat tersebut menjadi lokasi pelaksanaan acara haul ke-454 seorang ulama besar keturunan Rasulullah, Al Fakhrul Wujud Asy-Syekh Abu Bakar bin Salim.
Acara ini terbilang istimewa karena digelar tiga hari berturut-turut dengan rangkaian acara yang berbeda-beda, yakni rauhah, puncak acara, dan tabligh akbar memperingati Tahun Baru Islam 1446H.
Kegiatan Haul Syekh Abu Bakar bin Salim kini sepertinya telah menjadi destinasi wisata religi Jaksel. Bak oase di tengah padang pasir tandus terhadap mereka para muhibbin (pencinta) dzurriyah Rasulullah dan penuntut ilmu yang ingin mencari keberkahan dari seorang waliyullah besar di zamannya.
Dihadiri puluhan ribu bahkan hingga jutaan manusia yang datang dari seluruh penjuru dunia, lantas siapa sebenarnya sosok Syekh Abu Bakar bin Salim?
Bernama lengkap Al Imam Quthbul Rabbani Fakhrul Wujud Al Kabir As-Sayyid As-Syekh Abu Bakar bin Salim lahir pada 13 Jumadil Akhir 919 Hijriah (1498 Masehi) di Kota Tarim Al Ghanna, Yaman.
Syekh Abubakar bin Salim mempunyai dampak yang besar dalam mengembangkan ilmu agama dan spiritualitas pada masanya. Mulai dari pendidikan dan dakwah yang beliau jalani membuat banyak orang terinspirasi dan mengikuti jejaknya. Banyak ulama dan murid-muridnya yang tersebar di berbagai wilayah, dari Yaman sampai berbagai negara lainnya, seperti Syam, India, serta Mesir. Baca Juga: Habib Abu Bakar Gresik Beri Sorban Hijau ke Habib Sholeh Tanggul. Pertanda Apa Itu?
Dilansir dari laman Galeri Kitab Kuning, Syekh Abu Bakar bin Salim lahir dari pasangan Syekh Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Imam Qutb Abdurrahman Assegaf dan Syarifah Thalhah binti Agil bin Ahmad bin Syaikh Abu Bakar Assakran bin Imam Qutb Abdurrahman Assegaf.
Baca Juga: Habib Sholeh Belajar Kultur dan Bahasa Jawa di Lumajang. Tapi Jakarta, Kota Pertama yang Didatangi
Nasabnya yang suci dan mulia bermuara hingga kepada baginda Nabi Muhammad SAW dari jalur Sayyidina Husein bin Ali radhiyallahu anhu.
Semasa hidupnya, Syekh Abubakar bin Salim telah menghatamkan kitab Ihya’ Ulumuddin sebanyak 40 kali dan kitab fiqih Asyafi’iyah, Al-Minhaj sebanyak tiga kali.
Syekh Abubakar bin Salim pernah berpuasa dalam waktu yang cukup lama dan berbuka dengan kurma yang masih hijau. Beliau juga pernah berpuasa selama 90 hari dan melakukan sholat malam di lembah Yabhur selama 40 tahun, dan sholat subuh di Masjid Baa Isa dengan wudhu Isya.
Karena keshalihannya, beliau mendapatkan julukan yakni ‘Fakhrul Wujud’ atau sosok kebanggaan. Baca Juga: Fun Fact! Habib Sholeh Tanggul Datang di Tahun yang Sama dengan Tsunami Jember
Syekh Abubakar bin Salim juga gemar bersiarah setiap malam ke tanah perkuburan Tarim. Sepanjang hayatnya, beliau telah menyelesaikan ziarah makam Nabi Hud sebanyak 40 kali.
Adapun kebiasaan beliau di antaranya memberikan wejangan kepada masyarakat setelah Sholat Jumat. Beliau juga gemar berkeliling dari Kota Lisk ke Tarim dan melakukan sholat di setiap masjid yang ditemuinya.
Syekh Abu Bakar bin Salim wafat pada 27 Dzulhijjah tahun 992 Hijriah di Kota Inat, Hadramaut, Yaman. Makam beliau berada di tengah Kota Inat atau sekitar 20 kilometer dari Kota Tarim, Hadramaut. Baca Juga: Profil Singkat Habib Jafar Shodiq. Habib yang Mengalami Kecelakaan Saat Berangkat ke Haul Habib Abu Bakar Gresik
Karena keshalihannya juga, membuat beliau tidak pernah meninggalkan sholat witir dan dhuha-nya hingga akhir hayatnya.
Penulis: Maghfirotun Nazila
Editor : Dwi Siswanto