Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Setelah Bertahun-tahun Konflik, Ojol dan Ojek Pangkalan di Jember Akhirnya Rukun! Kok Bisa?

Halo Jember • Jumat, 27 September 2024 | 02:45 WIB

 

Bupati Jember, Hendy Siswanto ikut meramaikan konvoi peresmian titik jemput ojol stasiun (Pemkab Jember)
Bupati Jember, Hendy Siswanto ikut meramaikan konvoi peresmian titik jemput ojol stasiun (Pemkab Jember)

HALOJEMBER – Di Kabupaten Jember, sebuah langkah bersejarah tercipta dengan tercapainya kesepakatan antara Ojek Online (Ojol) dan Ojek Konvensional atau Ojek Pangkalan (Opang) untuk bersatu dan bekerja sama dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Kedua pihak setuju untuk bergabung dalam sebuah koperasi yang dinamakan Koperasi Giat Bersama Sejahtera (GBS), sebuah wadah yang memungkinkan mereka saling membantu dan bekerja sama, terutama dalam hal penyediaan layanan transportasi yang lebih teratur dan terorganisir bagi masyarakat.

Ini merupakan pertama kalinya di Indonesia, di mana dua jenis transportasi yang sebelumnya sering bertentangan dapat menemukan solusi bersama.

Langkah monumental ini menjadi bagian dari penyelesaian konflik yang sebelumnya sering terjadi antara Ojol dan Opang, terutama terkait dengan penentuan titik penjemputan penumpang.

Konflik ini sering kali muncul karena perbedaan sistem operasional antara Ojol yang menggunakan aplikasi digital dan Opang yang berbasis pangkalan konvensional.

BACA JUGA: PMI Jember, Siapkan Relawan Tangguh dan Andal

Dalam kasus di Jember, titik penjemputan di sekitar Stasiun Jember menjadi salah satu titik paling bermasalah karena kedekatannya dengan pangkalan Opang yang merasa terancam oleh keberadaan Ojol yang dianggap mencuri pelanggan mereka.

Namun, berkat mediasi panjang yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, serta stakeholder lainnya, akhirnya tercapai solusi yang disepakati bersama.

Selama 10 minggu, dilakukan uji coba untuk menentukan titik penjemputan yang ideal bagi penumpang Ojol di sekitar Stasiun Jember, hingga akhirnya ditemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Kini, penumpang Ojol bisa dijemput di lokasi yang lebih dekat dengan pintu keluar stasiun, yang sebelumnya sulit diakses oleh driver Ojol tanpa memicu konflik dengan Opang.

Bupati Jember, Hendy Siswanto, menyatakan kebanggaannya atas kesepakatan bersejarah ini. Dalam keterangannya kepada wartawan di depan Stasiun Jember pada Sabtu, 21 September 2024, Hendy mengatakan bahwa pembentukan koperasi antara Ojol dan Opang ini merupakan hasil dari proses mediasi yang panjang, namun akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan.

BACA JUGA: Penindakan Saja Tak Cukup, Perlu Langkah Pencegahan Kekerasan S3ksual

Ia menyebut bahwa solusi ini tidak hanya menjadi keuntungan bagi para pengemudi Ojol dan Opang, tetapi juga bagi para pengguna jasa transportasi di Jember. "Hari ini adalah hari bersejarah, tidak hanya bagi Jember, tetapi juga bagi Indonesia.

Karena ini mungkin menjadi yang pertama kalinya, Ojol dan Opang yang selama ini berkonflik bisa bersatu dalam satu wadah. Ini adalah solusi terbaik untuk keluhan-keluhan dari kedua pihak selama ini," ujar Hendy dengan bangga .

Untuk merayakan kesepakatan ini, Hendy secara simbolis ikut serta dalam acara peresmian titik penjemputan penumpang Ojol di Stasiun Jember. Acara ini diadakan di halaman Pendopo Wahyawibawagraha dan dilanjutkan dengan konvoi yang melibatkan ratusan driver Ojol menuju Stasiun Jember.

Hendy bahkan ikut mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket Gojek selama konvoi berlangsung.

"Saya tadi naik motor, juga pakai baju (jaket) Gojek. Disitu saya merasakan langsung bagaimana rekan-rekan driver Ojol bekerja setiap harinya. Dengan adanya titik penjemputan di stasiun ini, tentunya akan mempermudah mereka dalam mengambil orderan, dan saya harap ini menjadi awal yang baik untuk semuanya," ungkapnya.

BACA JUGA: Pendaftaran CPNS Kemendikbudristek 2024 Masih Lama, Unej Siap Sambut Pendidik Baru

Langkah penyatuan ini juga dipuji sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk menciptakan sinergi yang harmonis antara transportasi digital dan konvensional. Hendy berharap bahwa model kerja sama ini dapat diperluas ke titik-titik penjemputan lainnya di Jember, seperti di terminal bus dan area publik lainnya.

"Ini baru permulaan. Kita semua berharap bahwa sinergi ini dapat terus diperluas ke tempat-tempat lain seperti terminal-terminal dan titik-titik penjemputan di seluruh Jember. Semoga Ojol dan Opang dapat terus bekerja sama dengan baik di masa mendatang," tambahnya .

Sementara itu, dari pihak Gojek, Area Operations Manager Jember, Nurandito Vindyawan, menjelaskan bagaimana prosedur baru terkait penjemputan penumpang di Stasiun Jember akan diintegrasikan ke dalam sistem aplikasi Gojek.

Dengan demikian, penumpang yang memesan Ojol di stasiun dapat langsung memesan melalui aplikasi dan bahkan bisa menggunakan pembayaran non-tunai.

Ini memudahkan proses transaksi dan menghilangkan kebutuhan untuk pembayaran tunai, yang sering kali merepotkan penumpang maupun driver.

BACA JUGA: UIN KHAS Jember Raih Akreditasi Unggul dan Targetkan Reputasi Internasional

“Kita akan lakukan setting di sistem, jadi ketika penumpang melakukan order di sini (stasiun), itu langsung masuk ke aplikasi Gojek. Mereka juga tidak perlu mengeluarkan uang tunai dan bisa menggunakan pembayaran non-tunai," jelas Dito .

Dalam kerja sama ini, juga telah disepakati adanya biaya retribusi bagi para driver yang mengambil penumpang di titik penjemputan Stasiun Jember.

Biaya retribusi sebesar Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2.000 untuk roda empat ini nantinya akan ditambahkan secara otomatis ke dalam sistem aplikasi Gojek, sehingga pengemudi dan penumpang tidak perlu memikirkan lagi siapa yang harus membayar biaya tersebut.

“Biaya retribusi ini akan langsung kami tambahkan di aplikasi, jadi semuanya menjadi lebih praktis. Driver dan customer tidak perlu repot-repot lagi menentukan siapa yang harus membayar retribusi,” tandas Dito.

Kesepakatan antara Ojol dan Opang ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi lokal di Jember, tetapi juga bisa menjadi model yang diadopsi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.

Konflik antara transportasi online dan konvensional telah lama menjadi masalah di berbagai wilayah, dan solusi seperti yang tercapai di Jember bisa menjadi inspirasi untuk menyelesaikan masalah serupa di tempat lain.

Dengan adanya kerja sama yang baik dan mediasi yang efektif, Ojol dan Opang kini dapat saling mendukung dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi dari kedua belah pihak.

Penulis: Ayin Tripuan Maharani

Editor : Halo Jember
#Stasiun Jember #ojol #ojek