HALOJEMBER- Ratusan warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jember, berbondong-bondong meramaikan acara ritual selamatan desa yang berlangsung meriah pada hari Kamis (17/10).
Acara ini diadakan sebagai ungkapan syukur dan doa untuk memohon keselamatan serta ketentraman bagi desa, serta untuk bangsa dan negara yang akan dipimpin oleh presiden baru. Tradisi ini merupakan bagian dari budaya kearifan lokal yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Ritual dimulai dengan arak-arakan tumpeng hasil bumi sejauh tiga kilometer menyusuri jalanan desa. Suasana penuh antusiasme terlihat dari sorot mata warga yang ingin menyaksikan perhelatan yang baru pertama kali diadakan di desa tersebut. Warga dari berbagai usia, termasuk anak-anak hingga orang tua, tampak bersemangat mengikuti prosesi ini.
Warga mengenakan pakaian adat Jawa, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai bentuk pelestarian budaya Nusantara. Keberagaman dalam kostum menambah semaraknya acara, menciptakan momen berharga bagi semua yang hadir.
Tumpeng yang dibawa dalam arak-arakan dihiasi dengan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan segar, mencerminkan hasil bumi yang melimpah dari pertanian setempat.
Setelah sampai di balai desa, puluhan tumpeng tersebut langsung dikerumuni oleh ratusan warga. Aksi saling berebut dan desakan tak terelakkan saat warga berusaha mendapatkan hasil bumi yang disajikan.
Meski ada sedikit kerumunan, kegembiraan dan tawa mengisi suasana, menandakan kebahagiaan warga dalam berbagi.
“Ini adalah momen yang sangat dinantikan setiap tahun. Selain sebagai bentuk syukur, acara ini juga menguatkan ikatan sosial antarwarga,” kata Saiful Bachri, seorang warga setempat yang terlihat antusias mengikuti acara. Ia menambahkan bahwa ritual semacam ini sangat penting untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya yang telah ada sejak lama.
BACA JUGA: Yuk Intip Keseruan Karnaval Budaya Desa Tanjungrejo, Ajang Unjuk Kreativitas
Kepala Desa Tanjungrejo, Subono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan harapan bagi masyarakat.
“Dengan berbagi hasil bumi ini, kami berharap masyarakat desa yang mayoritas petani akan mendapatkan berkah dari hasil pertanian yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa ritual selamatan ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara warga desa.
“Kami berharap Desa Tanjungrejo akan selalu dilindungi dan mendapatkan kemakmuran,” tambahnya.
Di tengah semaraknya acara, interaksi antarwarga pun terlihat kental. Warga saling menyapa dan bercengkerama, menambah kehangatan suasana.
Momen ini diharapkan dapat mengingatkan masyarakat akan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, yang menjadi fondasi kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Dalam doanya, mereka memohon agar desa Tanjungrejo dan seluruh warganya senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan dalam setiap usaha pertanian yang dilakukan.
BACA JUGA: Tanamkan Toleransi hingga Kepedulian Sosial, Gerakan Seniman Kampanyekan Perdamaian
Sugeng Riyadi, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, mengatakan ini merupakan tradisi yang ada di masyarakat Desa Tanjungrejo.
“Kami selaku perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Jember terus mendukung acara kebudayaan seperti yang digelar di Desa Tanjungrejo. Dengan ini Pemerintah berharap akan menjadi agenda tahunan khususnya di Desa Tanjungrejo,” jelasnya.
Dengan tradisi yang penuh makna ini, warga Tanjungrejo menunjukkan betapa pentingnya menjaga budaya lokal dan memperkuat hubungan sosial di tengah tantangan modernisasi. Harapan besar tersimpan di hati setiap warga untuk masa depan desa yang lebih baik, sejahtera, dan harmonis.
Editor : Halo Jember