Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Pola Pikir dan Pola Asuh Orang Tua Memiliki Peran dalam Mengatasi Stunting

Halo Jember • Selasa, 5 November 2024 | 20:03 WIB
CEK BALITA: Petugas kesehatan melakukan pengukuran tinggi badan sebagai identifikasi awal stunting. (ILHAM WAHYUDI/RADAR JEMBER)
CEK BALITA: Petugas kesehatan melakukan pengukuran tinggi badan sebagai identifikasi awal stunting. (ILHAM WAHYUDI/RADAR JEMBER)

HALOJEMBER – Mengatasi stunting atau tengkes di Jember perlu melibatkan banyak pihak dan strategi. Termasuk memperbaiki pola asuh para orang tua atau orang yang merawat anak.

Technical Assistance Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim Andy Asmara menjelaskan, dalam upaya penurunan stunting tidak dapat dipilih salah satu strategi untuk menekan angka masalah sosial itu.

Karena itu, semua faktor yang berpotensi harus diatasi bersama. Sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Faktor determinan penyebab tengkes harus mendapatkan perhatian. Termasuk bantuan dan dukungan dari pemerintah. Serta mengubah pola pikir masyarakat yang berdampak pada perilaku sehari-hari.

“Banyak yang menganggap sudah biasa hidup dengan pola yang dijalani saat ini. Meskipun hal itu kurang tepat,” tuturnya.

Pola pikir seperti itu dianggap membuat pemerintah sulit masuk dalam mengatasi stunting. Oleh karena itu, untuk mengubah ranah kultur budaya masyarakat, masih dibutuhkan intervensi atau kampanye perubahan perilaku secara masif.

Tokoh agama, pendidikan, budaya, dan lintas sektor lainnya, dianggap memiliki kewajiban untuk melakukan hal tersebut.

“Kampanye perubahan perilaku berdampak pada perubahan 29 layanan indikator esensial di Jember,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh dr Nur Rakhman, Kepala Puskesmas Mangli. Menurut dia, tingginya angka stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi semata.

Pengetahuan atau wawasan orang tua juga berpengaruh terhadap pola asuh anak-anaknya. Banyak yang masih memiliki pemahaman, gizi yang baik bagi anak adalah buah dan sayur.

Padahal seharusnya buah dan sayur baik untuk orang dewasa. Namun, kurang cocok untuk anak.
Pekerjaan orang tua juga dianggap menjadi salah satu faktor tingginya angka stunting di Kelurahan Mangli.

Tak jarang orang tua yang menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya. Sementara, mereka tidak dinilai memiliki pengetahuan yang cukup terkait tumbuh kembang anak.

“Agar tidak rewel, kadang anak itu diberikan camilan kemasan yang tidak memiliki gizi. Itu dapat mengganggu pola makan anak,” tuturnya.

Dia juga menegaskan, wilayah di Jember dengan angka tengkes tinggi disebabkan masalah atau latar belakang berbeda di setiap wilayah. Di wilayah perkotaan rata-rata disebabkan oleh faktor pola asuh yang kurang baik.

“Berdasarkan yang kami kaji dan analisis, faktor ekonomi hanya berpengaruh pada 1/3 angka stunting yang terjadi. Sementara, 2/3-nya disebabkan oleh pola asuh,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#bkkbn #jember