HALO JEMBER – Kabupaten Jember menjadi daerah yang akhir-akhir ini disorot oleh kasus burdir. Terbaru, yaitu pada Desember 2024 mahasiswa Unej atau Universitas Jember burdir dengan meloncat gedung CDAST.
Burdir di dengan meloncat gedung tinggi kampus itu baru terjadi di Jember. Sebelumnya, ada lokasi-lokasi yang bisa dikatakan tempat favorit untuk burdir.
Salah satunya yang sering ditemukan percobaan burdir adalah di Pantai Watu Ulo.
Pantai yang satu ini memang dikenal dengan ombak yang cukup besar. Wajar sana, karena lokasi pantai tersebut berada di pesisir selatan Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
Apalagi, dengan mitos masyarakat Jawa yang percaya bahwa segoro kidul atau pantai selatan terdapat penghuni lautan yaitu Nyi Loro Kidul.
Kedasyatan cerita Nyi Loro Kidul pun juga kerap menjadi latar cerita beberapa bioskop tanah air. Sebut saja, film horor Nyi Loro Kidul yang dibintangi oleh alm. Suzana.
Bahkan, saat ini Nyi Loro Kidul juga dipakai dalam game mobile legend. Ya sosok hero Kadita di mobile legend, disebut-sebut terinspirasi oleh Nyi Loro Kidul.
Kembali ke Pantai Watu Ulo sebagai tempat yang sering dijadikan burdir tersebut, karena dulu ada wisatawan yang tergulung ombak dan meninggal dunia.
Hal itu diakui oleh Suprapto. Pensiunan pegawai perkebunan tersebut mengaku, saudaranya pernah terkena ombak di Pantai Watu Ulo. “Tahun 80 an, saudara saya meninggal di Pantai Watu Ulo. Maunya ingin foto dengan latar belakang ombak. Tapi terseret ombak besar,” ungkapnya.
Akibat hal tersebutlah, Pantai Watu Ulo yang terdapat batu mejulur ke lautan diberi papan bahaya ombak besar. Bahkan, pantai tersebut tidak direkomendasikan untuk mandi di pantai.
Pada Oktober 2024 lalu, juga ada seorang perempuan yang melakukan percobaan burdir di Pantai Watu Ulo.
Kejadian itu pada pukul 08.00 di hari Selasa, 22 Oktober 2024. Ada seorang perempuan ditemukan berdiri di bagian ujung batu karang Pantai Watu Ulo. Kejadian itu tentu membuat warga sekitar atau pemilik warung segera datang untuk menolong.
Diketahui, seorang emak-emak itu bernama Atik alias Sutijah, 39, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Dirinya ditemukan oleh warga sudah berada di ujung batu karang Pantai Watu Ulo. Padahal siapa pun dilarang melintas atau melebihi batas yang sudah terpasang papan imbauan.
“Benar, Atik yang sudah berdiri di bagian ujung batu karang itu berhasil diselamatkan. Ibu itu berhasil diselamatkan dengan cara dipegang untuk dibawa ke tepi panti. Kebetulan pagi itu ombak sedang besar, tetapi berhasil diselamatkan,” kata AKP Tanto, Kapolsek Ambulu.
Menurut Tanto, sebelum melakukan aksi nekat percobaan bunuh diri, Atik pagi itu berangkat dari rumah kakaknya di wilayah Kecamatan Sukorambi. (dwi)
Editor : Dwi Siswanto