HALOJEMBER - Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jember menjadi penyakit yang tetap diwaspadai oleh masyarakat.
Sebab, selama 2024 lalu, ada 17 orang meninggal akibat DBD. Bahkan, awal Januari 2025 saja telah ada puluhan warga yang terserang DBD.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, total DBD pada tahun 2024 tercatat mencapai 1.627 kasus.
Dengan 17 di antaranya berujung pada kematian. Peningkatan kasus DBD terjadi sejak bulan Desember, dengan jumlah yang terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Pada minggu ke-49 atau awal Desember tercatat 15 kasus, minggu ke-50 sebanyak 16 kasus, minggu ke-51 mencapai 27 kasus.
Kemudian, pada minggu ke-52 atau minggu terakhir tahun 2024 ada 32 kasus DBD.
Kepala Dinkes Jember dr Hendro Soelistijono mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kasus DBD.
Salah satunya dengan mengintensifkan program pemberantasan sarang nyamuk dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kami berharap masyarakat bisa lebih peduli terhadap upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti," ujar dr Hendro.
Hendro menjelaskan, pada minggu pertama tahun 2025, jumlah kasus DBD sudah tercatat sebanyak 27 kasus.
Berkaca data dari Desember 2024 lalu dan awal tahun 2025, Hendro mengindikasikan bahwa potensi penyebaran penyakit ini masih tinggi.
Menurutnya, hal itu juga tidak lepas dari kondisi cuaca di Jember yang hujan. Sebab, saat hujan tiba banyak tempat yang tergenang air menjadi lokasi berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti. Penyebab utama penyebaran virus dengue.
Dengan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan ini, tambah Hendro, maka masyarakat harus tetap waspada.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lengah. Terutama pada musim hujan yang rawan menyebarkan penyakit DBD. Setiap rumah harus rutin membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk," ujar dr Hendro.
Meski demikian, dr Hendro menekankan agar masyarakat tidak panik. Namun, tetap waspada terhadap gejala-gejala DBD. Meliputi demam tinggi, nyeri sendi dan otot, serta ruam pada kulit.
“Segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat jika mengalami gejala tersebut, agar penanganan bisa dilakukan lebih awal,” pungkasnya. (dhi/c2/dwi)
Editor : Halo Jember