Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Penerbangan Perintis Bandara Notohadinegoro Ditiadakan, Diganti dengan Pesawat Carter

Halo Jember • Rabu, 15 Januari 2025 | 20:27 WIB

 

 

BURUNG BESI: Pesawat carter yang senantiasa stand by di Bandara Notohadinegoro. Tahun ini pesawat perintis penerbangan ke Sumenep telah ditiadakan. YULIO FA/RADAR JEMBER
BURUNG BESI: Pesawat carter yang senantiasa stand by di Bandara Notohadinegoro. Tahun ini pesawat perintis penerbangan ke Sumenep telah ditiadakan. YULIO FA/RADAR JEMBER

HALOJEMBER - Upaya Pemkab Jember mengaktifkan Bandara Notohadinegoro masih terus dilakukan. Sebelumnya, penerbangan perintis menggunakan maskapai Susi Air di Bandara Notohadinegoro dimulai sejak 2023.

Namun, pada tahun ini penerbangan pesawat perintis rute Jember–Sumenep PP tidak lagi beroperasi.

Sebab, anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk subsidi penerbangan perintis dipangkas sebanyak 40 persen.

Oleh sebab itu, penerbangan perintis tak bisa berlanjut pada tahun 2025. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Agus Wijaya menyebutkan, berhentinya penerbangan perintis bukan berarti Bandara Notohadinegoro berhenti beroperasi.

Sebab, masih ada penerbangan menggunakan pesawat carter. "Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menggandeng pihak maskapai swasta PT Airfast dan PT Numa," terangnya.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

Pesawat tersebut bisa disewa dengan rute wilayah Pulau Jawa. Rute itu juga termasuk penerbangan menuju Bandara Juanda Surabaya, Pulau Bawean, dan Sumenep.

Sebab, pesawat tersebut sudah mengantongi penerbangan ke rute itu. Terlebih pesawat dari PT Airfast dan PT Numa selalu ada di Bandara Notohadinegoro.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, saat akan memesan, calon penumpang juga bisa menentukan rute di mana saja.

Dengan catatan ada persetujuan dari pihak maskapai. "Setiap pesawatnya memiliki kapasitas tiga orang, jadi tidak banyak," imbuhnya.

Sebelumnya, Fawait pada Desember 2024 lalu juga berupaya mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro.

Sebagai calon bupati Jember terpilih pada Pilkada Jember lalu, Fawait menemui Direktur PT Angkasa Pura dan Citilink.

“Kami bergerak cepat melakukan lobi-lobi, supaya infrastruktur bandara di Jember segera beroperasi,” terangnya.

Sebagai informasi, selain Susi Air, sebelumnya sejumlah maskapai lain juga sempat melakukan penerbangan di Jember.

Di antaranya Garuda Indonesia, Citilink, dan Wings Air. Namun, karena okupansinya yang rendah, mereka memutuskan untuk berhenti beroperasi di Bandara Notohadinegoro. (qal/c2/dwi)

 

Editor : Halo Jember
#pesawat carter #bandara notohadinegoro #jember