Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Lembaga Wakaf Darul Hikam Jember Gagas Rumah Ibadah Ramah Difabel

Halo Jember • Minggu, 19 Januari 2025 | 22:00 WIB
SAMPAIKAN CAPAIAN: Nazir wakaf, M. Irwan Zamroni Ali (berdiri), menyampaikan capaian dan realisasi kinerja Lembaga Wakaf Darul Hikam, selama tahun 2024 di Jember, kemarin  (17/1). MAULANA/RADAR JEMBER
SAMPAIKAN CAPAIAN: Nazir wakaf, M. Irwan Zamroni Ali (berdiri), menyampaikan capaian dan realisasi kinerja Lembaga Wakaf Darul Hikam, selama tahun 2024 di Jember, kemarin (17/1). MAULANA/RADAR JEMBER

 

HALOJEMBER - Lembaga Wakaf Darul Hikam Jember terus ambil peran di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Salah satunya dengan mewujudkan gagasan rumah ibadah yang ramah untuk difabel.

Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam Jember Prof Dr KH M. Noor Harisudin menyampaikan bahwa rumah ibadah seperti masjid, selama ini belum semua tersedia akses yang ramah untuk disabilitas. Seperti kursi untuk salat.

"Selama tahun 2024 lalu, kami menyalurkan amanah donatur berupa kursi difabel untuk salat, di masjid Bangsalsari, Bondowoso, dan Malang, dengan masing-masing 10 kursi. Kami ingin kepedulian ini menjadi kesadaran bersama," kata Prof Haris, saat public expose Wakaf Darul Hikam, di Kaliwates, Jember (17/1).

Ia menjelaskan, lembaga filantropi yang berkantor di Perum Milenia Blok C7 nomor 6, Mangli, ini menghimpun amanah wakaf donatur yang terakumulasi sebanyak Rp 417,12 juta, sepanjang tahun 2024 kemarin.

Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper
Cara baru baca koran! Lebih Praktis dengan koran digital dan e-paper

Perinciannya, wakaf tanah pesantren Rp 350,3 juta, infak buka bersama Rp 15,5 juta, kurban Rp 12 juta, infak pengembangan lembaga Rp 11,8 juta, infak dakwah Islam Rp 11,6 juta, wakaf kursi salat difabel Rp 5,1 juta, zakat mal Rp 5 juta, dan infak anak yatim Rp 4,4 juta.

Selebihnya, wakaf pembangunan ponpes, sumur, infak Palestina, infak kesejahteraan guru ngaji, wakaf sawah, dan beasiswa santri, yang masing-masing di bawah 1 persen dari total dana yang terhimpun. Dana itu tersalurkan sebanyak Rp 360,31 juta (86,3 persen).

Perinciannya, untuk wakaf tanah pesantren tahap 1 Rp 300 juta, kurban Rp 12 juta, pengembangan lembaga wakaf Rp 11,8 juta, dakwah ke Belanda dan Hongkong Rp 11,6 juta, buka bersama santri Rp 10,3 juta, wakaf kursi salat difabel Rp 5,1 juta, zakat Rp 5 juta, dan santunan anak yatim Rp 4,4 juta.

Dana yang belum terserap Rp 56,8 juta, yang peruntukannya masih tetap.

"Alhamdulillah, jumlah penerima manfaat menyasar sekitar 3.025 jiwa. Mencakup para santri, anak yatim, kaum miskin dan duafa, para jemaah masjid dan lansia, kaum muslimin sekitar dan luar negeri," imbuh dia.

Prof Haris menambahkan, meski baru satu tahun, Lembaga Wakaf Darul Hikam terus berinovasi dalam menyalurkan amanah donatur agar lebih produktif.

Selain memiliki dua nazir bersertifikasi Badan Wakaf Indonesia, Wakaf Darul Hikam kini juga telah memiliki izin sebagai unit pengumpul zakat (UPZ) dari Baznas.

"Sasaran kami adalah sisi atau bidang yang belum disentuh pemerintah dan filantropi lain, seperti fasilitas bagi difabel di rumah ibadah ini. Karena itu, kami terus berupaya program inovatif dalam kota dan lintas kota, dakwah, santunan, wakaf kursi salat, kurban, dan lainnya," pungkas guru besar UIN KHAS Jember itu. (kr/mau/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#jember #ramah difabel #rumah ibadah #lembaga wakaf