HALOJEMBER - Puluhan kios untuk pedagang ikan basah kini sedang dalam proses pembangunan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger.
Pembangunan yang dimulai sekitar 1,5 bulan lalu itu sudah mencapai 50 persen dan ditargetkan siap digunakan pada Maret mendatang.
Selama ini, kondisi tempat pelelangan ikan terbesar di Jember itu dikenal cukup semrawut.
Sampah berserakan dan bau tak sedap kerap mengganggu aktivitas pengunjung dan pedagang.
Namun, suasana sekarang telah berubah. Sebab, area yang sebelumnya dipenuhi sampah telah dirapikan. Bahkan, beton pondasi kios baru telah berdiri di lokasi tersebut.
Staf Tata Usaha TPI Puger, Junaidi, menjelaskan pembangunan kios ini dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, kios-kios ini akan diperuntukkan bagi pedagang ikan basah dengan tujuan menata aktivitas perdagangan agar lebih rapi dan nyaman.
Junaidi juga mengimbau para pedagang untuk tidak membuang sampah dan limbah penjualan ikan sembarangan.
Karena dapat menyebabkan bau tak sedap yang mengganggu pengunjung dan berdampak buruk terhadap lingkungan.
Baca Juga: Lembaga Wakaf Darul Hikam Jember Gagas Rumah Ibadah Ramah Difabel
“Kami berharap dengan adanya kios ini, para pedagang dapat tertata lebih baik, dan pengunjung merasa nyaman saat berbelanja di sini,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung TPI Puger, Nur Hida, menyambut baik pembangunan kios tersebut.
Menurutnya, keberadaan kios akan membuat aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman dan memudahkan pembeli dalam memilih jenis ikan yang diinginkan.
“Dengan adanya kios-kios ini pastinya aktivitas belanja lebih nyaman, soalnya tempatnya lebih tertata lebih rapi. Mungkin juga akan mempermudah dalam mencari ikan yang diinginkan. Jadi saya harap cepat rampung,” jelasnya.
Kehadiran kios-kios pedagang ikan ini tidak hanya akan meningkatkan estetika kawasan, tetapi juga mendukung efisiensi dalam aktivitas jual beli ikan.
Para pedagang dapat memiliki ruang khusus yang lebih layak untuk berjualan, sehingga tidak lagi menggunakan area jalan yang kerap menimbulkan kesemrawutan.
Di sisi lain, pengunjung akan merasa lebih nyaman saat berbelanja karena lingkungan yang lebih terorganisir. (yul/dwi)
Editor : Halo Jember