HALOJEMBER - Dalam beberapa hari terakhir, cuaca memang tak menentu. Hal itu tidak hanya berdampak pada pertanian. Namun, juga para nelayan.
Diketahui, banyak nelayan memilih tidak melaut. Sebab, akhir-akhir ini ombak tiba-tiba membesar saat hujan turun.
Cuaca ekstrem di awal tahun 2025 membuat para nelayan ciut nyali untuk berlayar mencari ikan di laut selatan Jember. Terlihat, aktivitas mereka hanya merawat perahunya yang terparkir di pantai.
Salah seorang nelayan Pantai Payangan, Nizar Sanu, mengatakan, jika memaksa untuk melaut akan membahayakan keselamatan.
Khususnya saat tiba-tiba ada angin barat yang datang dengan kecepatan tinggi. Membuat ombak kian kuat dan besar.
"Cuaca buruk soalnya, anginnya besar. Angin barat masalahnya bahaya. Jadi, memilih tidak melaut, karena bahaya," terangnya, Rabu (29/1).
Dia mengaku sudah hampir sebulan setengah tidak berlayar sampai sekarang. Kondisi itu juga banyak dialami banyak nelayan di Pantai Payangan.
Meski begitu, ada beberapa yang nekat melaut. Namun, dengan jarak yang tempuh tak begitu jauh dari bibir pantai. Dengan begitu, saat cuaca ekstrem, mereka bisa cepat kembali.
Nizar menyebutkan, kondisi seperti itu yang dinamakan paceklik oleh para nelayan. Selain kondisi cuaca, ikan pun banyak yang berenang jauh dari bibir pantai.
"Kalau cuaca seperti ini ikan lari ke tengah,” katanya.
Untuk tetap bisa mendapat ikan, tambahnya, beberapa nelayan memilih memancing dan menjala. Walaupun tangkapannya tidak banyak, hal itu menjadi alternatif pada musim paceklik. Tanpa harus mempertaruhkan keselamatan mereka. (qal/c2/dwi)
Editor : Halo Jember