HALOJEMBER - Sampah merupakan persoalan yang tak terselesaikan. Selain jumlahnya yang terus-menerus bertambah, kesadaran masyarakat untuk memilah hingga membuang sampah pada tempatnya masih perlu terus ditingkatkan.
Menyusul adanya ratusan tenaga kebersihan yang berstatus honorer dirumahkan, mereka tetap dapat bekerja tapi tak bisa mendapatkan gaji atau honor.
Rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat dilihat dari banyaknya sampah yang berserakan di sungai, jalan raya, hingga tanah kosong. Hal tersebut menjadi tanda tindakan membuang sampah sembarangan masih banyak dilakukan.
Jika terus dilakukan, hal tersebut bisa berdampak buruk, seperti datangnya banjir hingga gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember Sugiyarto menyebut, latar belakang pendidikan dan sosial masyarakat yang berbeda membuat sebagian besar kesadaran masyarakat Jember untuk menjaga lingkungan dengan cara membuang sampah pada tempatnya masih rendah.
Sehingga butuh upaya lebih untuk meningkatkannya. “Masyarakat Jember multikompleks, ada perdesaan, ada perkotaan dengan latar belakang berbeda. Sehingga memang sampai saat ini sebagian besar masih belum peduli terhadap lingkungannya,” katanya.
Melihat hal itu, dia mengaku masih akan terus melakukan upaya untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya mereka peduli dan ikut menjaga lingkungan masing-masing.
Meski saat ini tidak jarang pula sejumlah relawan yang ikut membersihkan bahkan mengelola sampah.
“Kita bersyukur Jember punya relawan. Mereka membantu kami untuk ikut menyosialisasikan menjaga kebersihan,” imbuhnya.
Dalam satu tahun, kepedulian terhadap sampah diperingati sebanyak dua kali. Di antaranya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari, serta World Cleanup Day yang diperingati setiap 20 September.
Dalam dua momentum itu, biasanya sejumlah relawan akan melakukan bersih-bersih lingkungan serentak, untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan. (ham/c2/bud)
Editor : Halo Jember