HALOJEMBER - Setelah UHC sukses diraih, Bupati Jember Muhammad Fawait juga memikirkan bagaimana agar perekonomian di Jember terdongkrak.
Bupati bergelar magister ilmu ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM) itu pun melontarkan tentang tantangan investasi di Jember.
Hal itu disampaikan Bupati Gus Fawait saat audiensi dengan Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) Jember, Jumat malam (11/4).
Menurutnya, dengan kondisi ekonomi nasional dan global saat ini, maka yang dilakukan oleh pemerintah pusat dengan kebijakan efisiensi ini sangat tepat.
Apalagi, meminimalkan pengeluaran yang tidak begitu bermanfaat untuk kemaslahatan umat.
Pihaknya pun memetakan hal-hal yang bersifat krusial, penting, dan mendasar. Seperti soal kesehatan, yang kini Jember telah mendapatkan UHC.
Setelah efisiensi dilakukan, menurut Gus Fawait, yang tidak boleh dilupakan adalah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Namun, ada hal yang penting juga untuk kemajuan ekonomi Jember. Yaitu peningkatan investasi. “Jember punya PR soal investasi,” paparnya.
Menurutnya, yang menjadi tantangan adalah Jember menjadi daerah yang tidak dilewati jalan tol. Apalagi bandara berhenti dan pelabuhan pun tak ada.
“Ini akan jadi PR berat untuk bisa membawa investor mau menengok Jember,” terangnya.
Dia juga bersyukur KAHMI punya Hipka, sehingga bisa membantu kontribusi nyata untuk masyarakat dan perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Hipka Jember Nilam Noor Fadilah Wulandari mengatakan, Jember punya potensi besar di berbagai sektor yang bisa mendongkrak ekonomi.
“Kondisi APBD Kabupaten Jember masih minus, maka masih perlu banyak ikhtiar untuk memperbaiki perekonomian dan kondisi keuangan di Jember,” ucap perempuan yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD Jember itu.
Terkait investasi, Nilam menambahkan, Hipka Jember ke depan akan mengusahakan menarik investor ke Jember lewat jaringan Hipka yang ada di seluruh daerah hingga pusat.
“Bagaimana program dari pemerintah pusat perihal kemajuan ekonomi untuk bisa ditempatkan di Jember. Kami ingin berkontribusi untuk Jember. Bukan sebaliknya, membebani bupati dengan meminta-minta program,” papar perempuan bergelar magister ekonomi dari Universitas Paramadina itu. (c2/dwi)
Editor : Halo Jember