HALO JEMBER - Bagi umat Islam yang tidak beribadah haji dianjurkan menjalankan puasa Arafah. Lantas, apa keutamannya hingga dianjurkan untuk dilaksanakan?
Puasa Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah dan dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Sesuai keputusan pemerintah Indonesia, 9 Dzulhijjah itu bertepatan pada Kamis, 5 Juni 2025.
Sehingga puasa Arafah dilaksanakan pada besok Kamis, 5 Juni 2025.
Mengutip dari NU Online, ada dua keutaman puasa Arafah.
Pertama, siapa yang berpuasa pada hari Arafah akan dihapuskan dua tahun dosa-dosanya, yakni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Hal tersebut sebagaimana disabdakan Rasulullah saw, bahwa “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).
Mayoritas ulama berpendapat, bahwa dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa-dosa kecil, sebagaimana diterangkan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muslim juz 3 (h. 113).
Kedua, orang yang berpuasa pada hari Arafah juga dibebaskan dari segala macam siksa neraka.
Sebab, sebagaimana disebutkan Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibanding hari-hari lainnya.
"Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?"
Demikianlah keutaman puasa Arafah. Maka dari itu, mari kita sama-sama tingkatkan ibadah di Bulan Dzulhijjah ini, salah satunya dengan melaksanakan puasa Arafah.*
Editor : Sidkin