Bagaimana Isu Santet Menyebar di Komunitas Sekolah hingga RT

Dwi Siswanto • Dipublikasikan Rabu, 11 Juni 2025 | 19:24 WIB
ILustrasi pelet melalui makanan (Sumber foto: Pexels.com)
ILustrasi pelet melalui makanan (Sumber foto: Pexels.com)

HALO JEMBER - Isu santet tak hanya muncul di tengah masyarakat pedesaan, tetapi juga dapat menyusup ke ruang-ruang yang tampaknya jauh dari praktik klenik, seperti sekolah dan lingkungan RT di perkotaan.

Menariknya, isu ini seringkali tidak lahir dari fakta, melainkan berkembang dari bisik-bisik, prasangka, hingga ketakutan yang membesar dengan sendirinya.

Di sekolah misalnya, ada kalanya seorang guru atau siswa dianggap “punya ilmu” hanya karena sikap tertutup atau kejadian aneh yang kebetulan terjadi di sekitarnya.

Yang perlu diwaspadai adalah dampaknya.
Stigma dan tuduhan santet dapat merusak reputasi, memicu pengucilan, bahkan berujung pada kekerasan.

Tak sedikit kasus persekusi atau kekerasan massa bermula dari isu santet yang tidak jelas sumbernya.

Penting bagi komunitas sekolah dan RT untuk membangun budaya berpikir kritis dan terbuka.

Menyelesaikan masalah dengan komunikasi yang sehat jauh lebih aman dan bijak dibanding membiarkan ketakutan kolektif memicu fitnah tanpa dasar.

Penulis: MG25 Ailatul Miza Zulfa

Editor : Dwi Siswanto
gosip membakar dupa santet tuduhan santet klenik