Fenomena Aneh Selat Bali : Mitos yang Belum Bisa Dipecahkan Nalar, Dipercaya Ada Penunggu Laut Bernama I Ratu Segara
Dwi Siswanto• Jumat, 4 Juli 2025 | 01:11 WIB
Peta selat bali
HALO JEMBER — Di balik kejadian demi kejadian tenggelamnya kapal di Selat Bali, tersimpan cerita-cerita mistis. Tersimpan pula mitos selat bali.
Mitos itu juga terus hidup dalam ingatan masyarakat pesisir. Tak sedikit yang percaya bahwa Selat Bali bukan sekadar jalur laut biasa melainkan pintu gerbang dimensi lain, tempat “ penunggu laut menjaga batas antara dua pulau suci.
Fenomena Aneh: Arus yang Berubah Seketika
Beberapa nelayan dan nakhoda kapal mengaku sering mengalami perubahan arus tiba-tiba yang tidak tercatat oleh alat navigasi modern.
“Kami sudah pelajari arus lewat radar. Tapi di tengah laut, tiba-tiba kapal seperti diseret... seperti ada kekuatan tak kasat mata,” ujar Pak Ngurah, seorang nelayan tua asal Melaya.
Ahli kelautan menyebut arus di Selat Bali sebagai bagian dari “Indonesian Throughflow”, tapi perubahan secepat itu tetap dianggap tidak lazim.
Ritual “Nyegara Gunung” dan Doa Laut
Warga Bali percaya bahwa laut di Selat Bali adalah bagian dari alam niskala—alam roh yang tak terlihat. Dalam kepercayaan lokal, laut ini adalah jalan pulang bagi roh-roh yang belum sempurna.
Setiap tahun, digelar ritual Melasti atau Nyegara Gunung, untuk memohon keselamatan laut dan menenangkan “penguasa laut” yang diyakini sebagai Dewi Danu dan Batara Baruna.
KMP Tunu Pratama Jaya (2025), disebut oleh ABK sebagai “seolah ditarik dari bawah”, padahal peralatan berjalan normal sebelum blackout.
????️ Mitos Penunggu Laut: “I Ratu Segara”
Dalam cerita rakyat Bali dan Jawa Timur, Selat Bali disebut dijaga oleh makhluk gaib yang disebut “I Ratu Segara” atau “Ratu Kidul dari Timur”. Ia digambarkan sebagai penjaga batas antara dua dunia, dan tidak segan mengambil tumbal jika laut merasa “terganggu”.
Beberapa mitos menyebut:
Kapal yang melintas tanpa “izin rohani” rawan celaka.
Hewan kurban seperti ayam hitam atau kambing sering dihanyutkan secara ritual sebelum pelayaran besar.
Sulit Dijelaskan Ilmu Modern
Meskipun teknologi maritim berkembang pesat, banyak fenomena di Selat Bali tetap tak bisa dijelaskan secara ilmiah:
Kehilangan sinyal GPS secara tiba-tiba
Gangguan mesin di titik-titik tertentu
Hilangnya bangkai kapal bahkan di perairan dangkal
Selat Bali adalah pertemuan antara dua dunia: alam nyata dan alam tak kasat mata.
Masyarakat pesisir percaya bahwa keselamatan tidak hanya ditentukan oleh mesin dan cuaca, tapi juga oleh hubungan manusia dengan kekuatan tak terlihat.
Ilmu bisa menjelaskan ombak dan arus, tapi tidak semua bisa diterangkan logika. Di sinilah mitos Selat Bali tetap hidup—antara keyakinan, kearifan lokal, dan misteri abadi.