Halo Jember - Legenda asal-usul Selat Bali. Cerita rakyat Bali yang berkaitan dengan kisah Manik Angkeran.
Cerita ini cukup terkenal dan sering dibahas di seluruh nusantara.
Terbentuknya Selat Bali dipercaya sebagai hasil dari perbuatan Manik Angkeran yang gila harta dan gemar judi.
Legenda Asal-usul Selat Bali
Dahulu di Bali, hiduplah seorang Brahmana sakti bernama Sidi Mantra. Ia dikenal sebagai orang yang kuat dan bijaksana.
Atas kemurahan Sanghyang Widya atau Batara Guru, Sidi Mantra dianugerahi harta yang melimpah serta seorang istri yang cantik.
Setelah beberapa tahun menikah, pasangan itu dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Manik Angkeran.
Baca Juga: Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Satu Balita Ditemukan, Enam Penumpang Meninggal Dunia
Manik Angkeran tumbuh menjadi pemuda tampan dan cerdas. Sayangnya, ia memiliki kebiasaan buruk: suka berjudi.
Ia sering kalah dan akhirnya menggunakan barang-barang milik orang tuanya sebagai taruhan.
Tak hanya itu, Manik juga tak segan meminjam uang demi mempertahankan kebiasaannya. Karena tidak mampu melunasi utangnya, ia pun meminta pertolongan pada ayahnya.
Sidi Mantra yang penuh kasih memutuskan untuk menolong anaknya. Ia berpuasa dan memanjatkan doa kepada para dewa.
Hingga suatu ketika, ia mendengar suara gaib yang berkata, "Sidi Mantra, ada harta yang dijaga oleh naga bernama Naga Besukih di kawah Gunung Agung. Pergilah ke sana dan mintalah sebagian dari harta tersebut."
Baca Juga: Selat Bali Jalur Penyeberangan Penuh Risiko: Ada Jejak Kecelakaan Maut yang Hilangkan Kru Kapal
Dengan tekad bulat, Sidi Mantra pergi menuju Gunung Agung. Ia berhasil melewati berbagai rintangan di sepanjang perjalanan.
Sesampainya di tepi kawah, ia duduk bersila, membunyikan bel, dan mengucapkan mantra sambil memanggil nama Naga Besukih. Tak lama kemudian, naga itu muncul dari dalam kawah.
Setelah mendengar maksud kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih menggeliat dan dari sisiknya keluar emas dan permata.
Sidi Mantra pun mengucapkan terima kasih, lalu mohon pamit.
Baca Juga: Mitos Selat Bali : 7 Hal yang Harus Dilakukan Agar Selamat Menyeberang Selat Bali
Sesampainya di rumah, Sidi Mantra menyerahkan harta tersebut kepada Manik Angkeran dengan harapan agar anaknya berhenti berjudi.
Namun, harapan itu pupus. Manik Angkeran kembali menghamburkan seluruh harta itu.
Tak lama kemudian, ia kembali meminta bantuan kepada ayahnya. Kali ini, Sidi Mantra merasa kecewa dan menolak permintaan putranya.
Manik Angkeran tidak tinggal diam. Ia mencari tahu dari mana ayahnya mendapatkan harta itu.
Akhirnya, ia mengetahui bahwa harta tersebut berasal dari kawah Gunung Agung.
Ia juga tahu bahwa ayahnya menggunakan mantra untuk memanggil naga. Karena tidak tahu caranya, Manik hanya membawa bel milik ayahnya yang dicurinya saat Sidi Mantra tertidur.
Setibanya di kawah Gunung Agung, Manik membunyikan bel itu. Ia terkejut dan ketakutan saat Naga Besukih muncul.
Naga itu lalu bertanya alasan kedatangannya. Setelah mendengar maksud Manik, sang naga berkata, "Aku akan memberimu harta yang kamu minta, tetapi kamu harus berjanji untuk mengubah perilakumu. Jangan bertaruh lagi. Ingat hukum karma."
Manik Angkeran terpesona melihat harta yang sangat banyak—emas, permata, dan berlian.
Namun, niat jahat muncul dalam hatinya.
Ketika Naga Besukih membalikkan tubuh hendak kembali ke sarangnya, Manik menebas ekor naga itu lalu melarikan diri.
Ia tidak sadar bahwa naga tersebut sangat sakti. Ketika Naga Besukih menjilat jejak kaki Manik di tanah, tubuh Manik langsung terbakar menjadi abu.
Sidi Mantra yang mendengar kematian putranya sangat bersedih. Ia segera pergi mencari Naga Besukih dan memohon agar anaknya dihidupkan kembali.
Baca Juga: Daftar Lengkap 53 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali
Naga itu bersedia memenuhi permintaan Sidi Mantra, asalkan ekornya disembuhkan lebih dulu.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, Sidi Mantra berhasil memulihkan ekor naga tersebut. Setelah itu, Naga Besukih menghidupkan kembali Manik Angkeran.
Manik sadar atas kesalahannya dan meminta maaf. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Sidi Mantra pun percaya bahwa anaknya telah benar-benar bertobat. Namun, ia merasa tidak bisa lagi hidup bersama dengan putranya.
"Kamu harus memulai hidup baru," kata Sidi Mantra. Dalam sekejap, ia menghilang.
Baca Juga: Sebelum Tenggelam, Kapal Tunu Pratama Jaya Sempat Kirim Sinyal Bantuan dan Lokasi
Di tempat ia berdiri, muncul mata air yang terus membesar hingga menyerupai lautan. Dengan kekuatan gaibnya, Sidi Mantra menciptakan garis pemisah antara dirinya dan Manik Angkeran.
Legenda ini kemudian dikenal sebagai asal mula terbentuknya Selat Bali, yang memisahkan Pulau Bali dan Pulau Jawa.*
Editor : Sidkin