Di sela-sela waktu senja, berdiri tegak menatap mega surya
Hembusan angin menerpa ujung-ujung rambut
“Dik, ketika besar nanti kau ingin tetap seperti dirimu saat ini?” Tanya Raden.
Senggang, lengang, sepi.
Sebab tak ada jawab
“mengapa tak menjawab?” tanyanya kembali.
Senggang, lengang, sepi.
Sebab tak ada jawab
“Aku tahu, sedari kecil hidup kekeringan itu selalu tampak pada tatapanmu”
Terdengar sedu sedan
Sebab tangis air mata
“Aku sadar akan itu mas!!!Sebab aku dan dirimu adalah pewaris mata merah”
Sedu sedan dan tangis air mata.
*Weliya Alfin Robeth Khoironi, Pria kelahiran Jember yang mengenyam pendidikan di PP Nurul Jadid, Paiton - Probolingo.
Editor : Sidkin