Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cerita Naga di Selat Bali: Kepercayaan Masyarakat Sekitar tentang Penjaga Alam Laut

Dwi Siswanto • Senin, 7 Juli 2025 | 23:58 WIB
ilustrasi naga di selat bali (sejarahbali.com)
ilustrasi naga di selat bali (sejarahbali.com)

HALO JEMBER - Selat Bali, yang memisahkan Pulau Jawa dan Bali. Bukan hanya jalur laut strategis yang ramai dilewati kapal ferry dan nelayan.

Di balik gelombang laut dan arus derasnya, tersimpan cerita mistis dan keyakinan spiritual yang hidup dalam budaya masyarakat Hindu Bali.

Salah satu yang paling dikenal adalah kisah tentang naga penjaga Selat Bali, yang dipercaya sebagai penjaga keseimbangan antara dua alam: Jawa dan Bali.


Selat Bali dalam Pandangan Spiritual Masyarakat Hindu Bali

Bagi masyarakat Hindu di Bali, Selat Bali bukan hanya batas geografis. Lautan ini dianggap sebagai kawasan sakral yang memisahkan dua kutub energi spiritual.

Pulau Jawa, terutama Gunung Semeru, dianggap memiliki energi maskulin (purusha), sedangkan Bali, terutama Gunung Agung, memiliki energi feminin (prakerti).

Selat Bali adalah penghubung sekaligus penjaga keseimbangan antara kedua kekuatan itu.

Baca Juga: Selat Bali, Salah Satu Perairan Paling Angker di Indonesia, Banyak Kejadian dan Makan Korban Jiwa


Naga Basuki dan Naga Anantaboga: Penjaga Keseimbangan

Dalam tradisi Hindu Bali, dikenal dua naga sakral:

  1. Naga Anantaboga

  2. Naga Basuki

    • Melambangkan unsur air dan laut.

    • Hidup di laut dan gunung, termasuk Selat Bali dan Gunung Agung.

    • Dikenal sebagai penjaga laut dan pengatur keseimbangan energi alam.

Naga Basuki inilah yang diyakini hidup di kawasan Selat Bali. Ia menjaga agar laut tetap selaras dan tidak menimbulkan bencana.

Dalam mitologi, Naga Basuki juga berperan menjaga "jalan suci" energi spiritual antara Jawa dan Bali.

Baca Juga: Kronologi Singkat Insiden Kapal Tenggelam di Selat Bali, Ada Cerita Rebutan Jaket Pelampung hingga Aksi Heroik Kru Kapal


Tradisi dan Upacara yang Terkait dengan Selat Bali

Beberapa upacara adat dan keagamaan di Bali yang mencerminkan kepercayaan ini antara lain:


 Cerita Mistis yang Hidup di Kalangan Nelayan dan Penyeberang

Banyak nelayan, awak kapal ferry, dan masyarakat di pesisir Gilimanuk maupun Ketapang (Jawa Timur) mempercayai bahwa ada “penjaga gaib” di Selat Bali.

Beberapa bahkan mengaku melihat penampakan berbentuk naga atau cahaya misterius di malam hari saat melintasi selat ini.

Baca Juga: Cerita Mistis Pohon Beringin: Penunggu, Pantangan, dan Kepercayaan Leluhur

Ada juga kepercayaan bahwa menyebrangi Selat Bali dengan membawa benda-benda sakral (seperti pratima atau pusaka) harus dilakukan dengan upacara khusus agar selamat.

Sebab, naga penjaga laut akan “menolak” bila tidak dihormati.


Makna Simbolik: Naga sebagai Penjaga dan Pengingat

Cerita naga di Selat Bali bukan sekadar dongeng atau mitos.

Dalam kepercayaan Hindu Bali, naga melambangkan energi alam, penjaga keseimbangan, dan pengingat bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam.

Baca Juga: Mitos Daun Telinga Layu Jadi Tanda Kematian

Di tengah arus modernisasi dan lalu lintas laut yang sibuk, kepercayaan ini mengingatkan bahwa lautan bukan hanya jalur ekonomi, tapi juga ruang sakral yang harus dihormati.

Editor : Dwi Siswanto
#hindu bali #naga #selat bali #halo jember #laut