Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tiga Bencana Banjir Terbesar yang Pernah Melanda Bali

Dwi Siswanto • Kamis, 11 September 2025 | 21:32 WIB

 

proses evakuasi warga terdampak banjir di Denpasar (Tiktok NusaBali.com)
proses evakuasi warga terdampak banjir di Denpasar (Tiktok NusaBali.com)

HALO JEMBER – Bali dijuluki sebagai “Pulau Dewata” dan Pulau Seribu Pura”, adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terkenal di seluruh dunia sebagai destinasi pariwisata utama.

Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga kerap menghadapi bencana alam seperti banjir. Dalam catatan beberapa tahun terakhir, ada tiga banjir terbesar yang menimbulkan dampak luas, bahkan menelan korban jiwa.

  1. Banjir Bandang, 16 Oktober 2022

Banjir bandang Jembrana menjadi salah satu yang paling diingat warga. Hujan deras mengguyur wilayah hulu Sungai Biluk Poh hingga memicu luapan besar pada Minggu malam, 16 Oktober 2022.

Arus besar membawa material lumpur, batu, dan batang pohon, menerjang rumah-rumah warga, merusak jembatan, serta memutusa jalur nasional Denpasar-Golimanuk.

Luapan sungai Biluk Poh setelah hujan ekstrem menghancurkan sejumlah rumah dan memutus jalur nasional Denpasar-Gilimanuk. Ada tiga titik banjir yang paling terdampak salah satunya yaitu di Jembatan Tukad Biluk Poh, Desa Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo.

Akibatnya, Jalur antara Denpasar dan Gilimanuk lumpuh total, dan menyebabkan kemacetan hingga mencapai 12 kilometer dari masing-masing arah.

  1. Banjir Besar, 6 Juli 2025

Awal Juli 2025, hujan deras turun di luar musim penghujan. Warga tidak menyangka Curah hujan sebesar itu bisa mengguyur Bali pada pertengahan tahun air meluap di berbagai wilayah mulai dari Jembrana, Karangasem, Tabanan hingga pusat kota.

Denpasar jalan-jalan berubah menjadi Sungai, kendaraan terjebak bahkan beberapa desa di lereng perbukitan mengalami longsor bersamaan letusan, warga harus dievakuasi ke tempat aman sementara listrik padam, di beberapa kawasan peristiwa ini mencatatkan korban jiwa dan menimbulkan kerugian material besar.

  1. Banjir ekstrem, 9-10 September 2025

Peristiwa banjir terbesar dalam dekade terakhir terjadi pada 9-10 September 2025. Dalam 2 hari hujan ekstrim mengguyur Bali dengan curah hujan yang disebut BMKG sebagai tertinggi terpanjang sejarah pengamatan 385,5 mm per hari di Jembrana dan 188,4 mm per hari di Denpasar.

Air bah merendam Denpasar Barat Gianyar dan Jembrana. Beberapa kawasan terendam hingga 2 meter tembok, bangunan roboh dan 9 ruko ambruk, sedikitnya 6 orang meninggal dunia termasuk ibu hamil, sementara 4 orang lainnya sempat dilaporkan terseret arus.

Baca Juga: Di Balik Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Bertunangan, Berawal dari Gelang Persahabatan hingga Cincin Pertunangan

Banjir ini juga melumpuhkan membuat wisatawan dan warga kesulitan keluar masuk Bali para ahli menyebut peristiwa ini sebagai banjir paling parah di Bali dan 10 tahun terakhir dan menjadi peringatan dampak perubahan iklim.

Tiga peristiwa banjir besar yang menunjukkan kerentanan Bali terhadap bencana hidrometeologi.

Selain faktor curah hujan ekstrim berdasarkan lingkungan seperti alih fungsi lahan pembangunan di bantaran sungai hingga berkurangnya ruang hijau dinilai memperparah dampak banjir.

Penulis : Nafila Aprillia

Editor : Dwi Siswanto
#Denpasar - Gilimanuk #banjir bandang #bali #Mendoyo #banjir ekstrem