Halo Jember - Setelah viralnya penemuan batu giok di Aceh, perhatian publik kembali tertuju pada batu alam paling populer di dunia ini.
Tidak hanya dikenal karena keindahannya, batu giok juga diyakini memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, mental, hingga spiritual. Namun, benarkah klaim tersebut diakui dunia medis?
Batu giok atau jade merupakan batu permata yang terbentuk dari dua jenis mineral, yakni nefrit dan jadeite.
Keduanya termasuk dalam kelompok mineral silikat yang tersusun dari unsur silikon dan oksigen.
Dari dua jenis tersebut, jadeite dikenal lebih langka dan bernilai tinggi terutama yang berwarna hijau zamrud, yang dikenal sebagai imperial jade dan sangat dihargai dalam budaya Tiongkok kuno.
Secara tradisional, batu giok dipercaya membawa energi positif, menambah keberuntungan, serta membantu seseorang menyatu dengan alam dan emosi diri.
Warna giok pun diyakini memengaruhi jenis energi yang dipancarkan:
Hijau: keberuntungan dan kebahagiaan
Biru: kedamaian dan refleksi diri
Hitam: perlindungan dan keteguhan batin
Tak sedikit pula yang menggunakan batu giok sebagai terapi alternatif untuk meningkatkan kesehatan fisik.
Beberapa penggunanya percaya batu ini dapat membantu menetralisir racun dalam tubuh atau menyeimbangkan energi internal.
Namun, menurut pandangan ilmiah, manfaat medis dari batu giok masih sangat diragukan.
Hingga kini belum ada bukti penelitian yang kuat menunjukkan bahwa batu giok memiliki efek penyembuhan nyata.
Sebuah studi yang dipresentasikan oleh C.C. French dalam konferensi internasional psikologi dikutip dari Halodoc mengungkapkan bahwa efek positif yang dirasakan dari penggunaan kristal, termasuk giok, kemungkinan besar merupakan efek plasebo yakni perbaikan kondisi yang muncul karena keyakinan atau sugesti pengguna, bukan karena khasiat fisik dari batu itu sendiri.
Hal serupa juga ditegaskan oleh seorang psikolog asal Inggris, yang menyebutkan bahwa kekuatan kristal sebenarnya berasal dari pikiran, bukan dari batu itu sendiri.
Dengan demikian, meski batu giok memiliki nilai estetika dan simbolik yang tinggi, dunia medis menilai bahwa manfaat kesehatannya belum terbukti secara ilmiah.
Para ahli pun mengingatkan agar penggunaan batu giok tidak menggantikan pengobatan medis yang sudah terbukti efektif.
Pewarta: Febri Irawan
Editor : Dwi Siswanto