Halo Jember – Gunung Ijen yang terkenal dengan keindahan api birunya ternyata menyimpan kisah lain yang membuat bulu kuduk berdiri.
Bukan hanya tentang keindahan alamnya, melainkan tentang pertemuan antara manusia dan sosok gaib di antara kabut dingin kawah belerang.
Adalah Arif Prabowo, pendaki muda asal Probolinggo, yang mengalami kejadian di luar nalar pada malam pergantian tahun.
Bersama delapan rekannya, Arif mendaki Gunung Ijen pada malam tahun baru dengan niat menikmati Blue Fire dan matahari pertama di tahun baru.
Namun pendakian itu berubah menjadi mimpi buruk ketika Arif menghilang secara misterius di tengah jalur pendakian.
Hilang Tanpa Jejak di Tengah Kabut
Sekitar pukul 01.00 dini hari, sembilan pemuda itu mulai mendaki dari Paltuding.
Tak lama berselang, Arif yang berada di tengah barisan tiba-tiba tak terlihat.
Teman-temannya mengira ia berhenti sebentar, namun hingga mereka tiba di puncak pukul 04.30, Arif tak kunjung muncul.
Pencarian besar-besaran dilakukan bersama warga dan tim polisi dari Pos Sempol.
Namun hasilnya nihil seolah Arif ditelan kabut.
Hingga akhirnya, 30 jam kemudian, Arif ditemukan dalam kondisi mengenaskan: hanya mengenakan celana dalam, tubuh penuh goresan, dan tatapan kosong menatap hampa.
“Dia membawa pedang… kepalanya… terpenggal…”
bisik Arif lirih sebelum kembali pingsan.
Kisah Aneh di Balik Kabut: Diselamatkan oleh Nenek
Setelah sadar, Arif mulai menceritakan hal yang dialaminya.
Menurut pengakuannya, ia tersesat di tengah kabut tebal dan berusaha mencari arah dengan senter kecil yang dibawanya.
Namun setiap langkah seolah membawanya ke tempat yang sama jalanan berputar tanpa ujung.
Dalam kebingungan itu, ia melihat sosok tentara berseragam kuno dengan pedang panjang berkarat.
Sosok itu menatapnya dengan mata kosong, seolah ingin menebas. Arif berlari sekencang mungkin, hingga akhirnya terjatuh ke jurang kecil dan kehilangan kesadaran.
Saat ia tersadar, di hadapannya berdiri seorang nenek tua mengenakan kebaya lusuh dan membawa tongkat kayu.
“Nak, pegang pundakku… tutup matamu,”
ujar sang nenek lembut, dikutip dari YB, Kamis (23/10).
Tanpa banyak berpikir, Arif mengikuti ucapannya.
Dalam sekejap, ia sudah berada di puncak Gunung Ijen, di tengah teman-temannya yang panik mencarinya.
Ketika ia menoleh untuk mengucapkan terima kasih, nenek itu telah menghilang.
Nenek Penjaga Gunung Ijen
Warga sekitar percaya bahwa sosok nenek itu bukan manusia biasa.
Konon, ia adalah arwah juru kunci lama Gunung Ijen yang meninggal ratusan tahun lalu.
Hingga kini, arwahnya diyakini masih menjaga jalur pendakian dan menyelamatkan para pendaki yang tersesat di antara kabut Ijen.
Seorang penambang belerang, Pak Samin (52), juga pernah mengaku melihat sosok yang sama:
“Dia berdiri di tengah kabut, wajahnya teduh, matanya penuh kasih. Pas saya kedip, langsung hilang begitu saja,” ujarnya.
Antara Nyata dan Gaib
Kisah Arif hanyalah satu dari sekian misteri di Gunung Ijen. Sebagian menganggapnya sebagai hal mistis, sebagian lain menyebutnya kebetulan.
Namun satu hal pasti Arif selamat dari sesuatu yang tak mampu dijelaskan dengan logika.
Kini, warga dan para pendaki sepakat untuk selalu menghormati gunung sebelum menapakkan kaki di lerengnya. Gunung bukan sekadar tempat wisata ia juga rumah bagi penjaga-penjaga yang tak kasat mata.
Dan siapa tahu, jika suatu hari kau tersesat di kabut Ijen, mungkin sosok nenek tua itu akan datang… menepuk pundakmu… lalu membawamu pulang.
Pesan untuk Pembaca
Terkadang, kita harus percaya pada hal-hal mistis. Bukan karena kita bisa melihatnya, tetapi karena hati dan naluri kita sendiri yang tahu kapan harus berhati-hati dan menghormati alam.
Gunung Ijen bukan sekadar pemandangan indah ia juga rumah bagi rahasia yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang membuka mata, hati, dan pikiran.
Halo Jember hormati alam, dengarkan bisikannya, dan percayalah, setiap pengalaman di gunung punya maknanya sendiri.
Pantau terus tulisan mistis di Halo Jember yang akan membawamu ke cerita horor berikutnya seputar pendakian.
Pewarta : Febri Irawan
Editor : Dwi Siswanto