Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cerita Misteri Gunung Pegat Wonogiri: Jalan Terbelah yang Dihindari Pengantin Baru

Dwi Siswanto • Sabtu, 15 November 2025 | 00:51 WIB
Photo
Photo

Halo Jember - Di Wonogiri, Jawa Tengah, terdapat sebuah gunung yang bukan hanya dikenal karena jalannya yang membelah bukit, tapi juga karena kisah mistis yang menyelimutinya hingga kini. Gunung itu bernama Gunung Pegat, yang menjadi jalur utama penghubung antara Ngadirojo menuju Baturetno dan Pacitan, Jawa Timur. 

Sekilas, tak ada yang aneh dari gunung ini. Namun, di balik jalan beraspal yang ramai dilalui kendaraan, tersimpan cerita lama yang membuat bulu kuduk merinding.

Cerita itu bermula dari sosok makhluk halus yang dipercaya menghuni kawasan tersebut, bernama Mbah Glondor.
Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Mbah Glondor adalah lelembut penjaga Gunung Pegat yang dikenal memiliki sifat iri terhadap kebahagiaan manusia, khususnya pasangan yang baru menikah. Konon, Mbah Glondor meninggal dalam keadaan sakit hati karena kisah cintanya yang berakhir tragis. 

Dulu, ia dikabarkan ditinggalkan oleh pasangannya tanpa alasan yang jelas. Sejak saat itu, Mbah Glondor bersumpah tidak akan menikah seumur hidup dan berikrar untuk menghancurkan setiap kebahagiaan yang lewat di hadapannya.


Asal usul nama Gunung Pegat sendiri berawal dari proyek pembangunan jalan pada masa pemerintahan terdahulu. Saat itu, pemerintah berencana membuka akses penghubung antara Wonogiri dan Pacitan.

Karena jalur tersebut terhalang oleh pegunungan di kawasan Ngadirojo, maka gunung itu pun dibelah agar kendaraan bisa melintas. Dari situlah masyarakat kemudian menyebutnya “Pegat”, yang dalam bahasa Jawa berarti terbelah.

Namun seiring waktu, istilah “Pegat” justru berkembang menjadi sesuatu yang lebih mistis.

Warga setempat percaya bahwa Gunung Pegat bukan hanya sekadar gunung yang dibelah, melainkan tempat yang membawa sial bagi pasangan pengantin baru. 

Menurut cerita yang beredar turun-temurun, siapa pun pasangan pengantin yang berani melintasi Gunung Pegat akan mengalami kesengsaraan dalam rumah tangga, bahkan berakhir dengan perceraian atau dalam istilah Jawa, “pegat”.

Kepercayaan itu begitu kuat di kalangan masyarakat Wonogiri dan sekitarnya. Tak sedikit pengantin baru yang memilih jalan memutar, meski harus menempuh jarak lebih jauh, demi menghindari kutukan Gunung Pegat. 

Biasanya mereka memilih rute lewat Desa Ngadiroyo ke arah Baturetno atau bahkan melewati jalur Pacitan, hanya untuk memastikan kehidupan rumah tangga mereka tetap harmonis. Selain mitos pengantin baru, Gunung Pegat juga dikenal rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. Jalan yang menurun tajam dengan tikungan curam serta minim penerangan sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan di lokasi ini. 

Meski begitu, banyak warga percaya bahwa ada hal gaib yang ikut “bermain”, terutama jika kecelakaan terjadi tanpa sebab yang jelas. 

Kini, Gunung Pegat tetap menjadi jalur vital antara Wonogiri dan Pacitan, namun aura mistisnya tak pernah pudar.

Cerita-cerita tentang kutukan pengantin baru dan penampakan misterius masih terus hidup di tengah masyarakat, seolah menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan dan pembangunan, kepercayaan lama tetap berakar kuat di tanah Jawa. 

Penulis: Agil Prasetyo

Editor : Dwi Siswanto
#mitos #gunung pegat #Tanah Jawa #kutukan #asal usul