Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Panik Karena Lupa Baca Niat Puasa Arafah Malam Hari? Begini Dalilnya Agar Tidak Ketinggalan

Hariri HJ • Senin, 25 Mei 2026 | 17:34 WIB
Lafal niat puasa Arafah (Brilianabdillah/ai)
Lafal niat puasa Arafah (Brilianabdillah/ai)

HALOJEMBER - Alarm sahur sudah meraung-raung, namun saat azan Subuh berkumandang, ternyata lupa untuk mengucap Puasa Arafah 1447 H.

Atau niat puasa Arafah, tetapi malah terbangung kesiangan sampai lupa membaca niat puasa Arafah?

Berbeda dengan puasa Ramadhan yang wajib berniat di malam hari, puasa Arafah termasuk puasa sunnah. Dalam puasa sunnah, ulama memberikan keringanan yang lebih longgar.

Baca Juga: Keutamaan Puasa Arafah, Dosa Dua Tahun Bisa Terhapus?

Menurut mayoritas ulama (termasuk mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia), niat puasa sunnah boleh dilakukan di siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, atau berhubungan suami-istri) sejak terbit fajar hingga sebelum zawal (sekitar waktu Dzuhur).

Dalil utamanya berasal dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha yaitu:

“Pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangiku, lalu bertanya, ‘Apakah kalian punya sesuatu (makanan)?’ Aku menjawab, ‘Tidak ada.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu, aku puasa hari ini.’” (HR. Muslim).

Baca Juga: Bapaknya Lansia, Anak yang Mendampingi Haji juga Sama-Sama Lansia, Ini Perlu Didampingi Lagi

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berniat puasa sunnah di siang hari, setelah fajar terbit.

Ini menjadi landasan kuat bahwa puasa sunnah tidak mensyaratkan niat di malam hari (tabyit).

Dilansir dari berbagai media online seperti NUonline.

Jika ingat di malam hari: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati yaumi ‘Arafata lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: Mengira Tak Ada Selimut, Jemaah Haji Mbah Sarjo Tidur Pakai Sarung Bawaan dari Rumah

Jika lupa malam hari (bisa dibaca pagi hingga sebelum Dzuhur):

 نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnati yaumi ‘Arafata lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah Ta’ala.”

Puasa Arafah mempunyai pahala yang luar biasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Maka, jangan sampai kekhawatiran soal niat membuat kita melewatkan kesempatan emas ini.(mg4)

Editor : Hariri HJ
#Panik Karena Lupa Baca Niat Puasa Arafah Malam Hari? #Begini Dalilnya #Puasa Arafah 1447 H #nawaitu