HALOJEMBER - Ratusan pria dan wanita lajang mengikuti sebuah kegiatan unik bertajuk Pethuk Jodoh yang digelar di Jember pada Minggu, 14/06/2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para lajang untuk saling mengenal, memperluas relasi, sekaligus melakukan refleksi diri dalam suasana yang santai dan positif.
Mengusung tema "Temukan Teman, Menjemput Jodoh", acara ini ditujukan bagi peserta berusia 20 hingga 40 tahun yang ingin membuka kesempatan bertemu teman baru maupun calon pasangan hidup.Menariknya, peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara secara gratis.
Ketua panitia, Ghifar Alfarizki, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari kegelisahan sejumlah teman dan kerabat yang hingga kini belum menemukan pasangan hidup. Dari kondisi tersebut, ia berinisiatif menghadirkan wadah yang dapat mempertemukan para pencari pasangan dalam suasana yang lebih terarah dan positif.
"Awalnya dari kegelisahan teman-teman. Kami melihat ada beberapa teman dekat yang belum memantapkan diri untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Keluhan seperti itu semakin banyak, sehingga kami mencoba mencari solusi untuk mempermudah mereka menemukan pasangan," ujar Ghifar.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar menjodohkan peserta, melainkan memfasilitasi pertemuan dan memperluas peluang bertemu calon pasangan yang memiliki tujuan yang sama.
"Kami hanya memfasilitasi. Jodoh tidak bisa dipaksakan. Yang terpenting peserta juga harus berusaha. Kami ingin perasaan itu tumbuh secara alami dari masing-masing peserta," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dipertemukan satu sama lain, tetapi juga mendapatkan pembekalan materi bertema pengembangan diri dan persiapan menuju pernikahan. Materi disampaikan oleh pasangan suami istri asal Banyuwangi, yakni Elha Abdillah dan Amalia.
Ghifar menjelaskan, pemilihan pemateri pasangan suami istri dilakukan agar peserta dapat melihat contoh nyata keharmonisan dalam rumah tangga.
"Kami sengaja menghadirkan pasangan suami istri agar pesertanya mendapatkan gambaran langsung tentang kehidupan rumah tangga yang harmonis," jelasnya.
Dari 400 pendaftar yang masuk, panitia melakukan proses skrining untuk memastikan identitas dan keseriusan peserta. Salah satu syarat yang diminta adalah identitas resmi berupa KTP dan kartu keluarga.
"Verifikasi ini penting untuk memastikan status peserta dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, kami juga ingin mengukur keseriusan mereka dalam mengikuti kegiatan ini," ujarnya.
Ke depan, panitia juga berencana mengembangkan konsep kegiatan ini dengan memberikan pendampingan lanjutan hingga tahap pertemuan keluarga apabila terdapat peserta yang merasa cocok satu sama lain.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya peserta yang datang dari berbagai daerah, termasuk luar Kabupaten Jember.
Salah satu peserta, Dewi Irawati asal Jembrana Bali, mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena konsepnya yang unik dan masih jarang ditemukan di daerah lain.
"Menurut saya seru. Selama ini saya tahunya kegiatan seperti ini banyak di kota besar. Ternyata di Jember ada juga. Kebetulan akhir pekan, jadi sekalian liburan dan mencoba pengalaman baru," ujarnya.
Meski tujuan utamanya mencari pasangan hidup, Dewi mengaku tetap terbuka apabila belum menemukan kecocokan dalam kegiatan tersebut.
"Kalau sesuai judul tentu ingin mencari jodoh. Tapi kalau belum berjodoh ya tidak masalah. Setidaknya bisa menambah teman dan relasi baru. Kami jadi punya banyak kenalan dari berbagai daerah," katanya.
Dewi berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan di kota-kota lain agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.
"Harapannya jangan hanya di Jember. Mungkin ke depan bisa digelar di kota lain juga supaya peserta dari berbagai daerah lebih mudah mengikuti," pungkasnya.
Melihat tingginya minat masyarakat, kegiatan "Pethuk Jodoh" ini diharapkan dapat menjadi ruang ikhtiar yang positif bagi mereka yang sedang mencari pasangan hidup sekaligus memperluas jaringan pertemanan dan silaturahmi.
Editor : Viona Rj